DEMONSTRASI MEMBUKA PERBATASAN MESIR-PALESTINA
Pada hari Jumat lalu 19 Desember 2008 di seluruh dunia dilakukan demonstrasi (demo) di depan kantor kedutaan Mesir. Demo ini menuntut agar Mesir membuka perbatasannya dengan Palestina. Hal itu disebabkan Tepi Barat diisolasi oleh Israel sehingga tidak ada orang yang bisa masuk dan keluar Tepi Barat dengan bebas. Tepi Barat ibarat penjara raksasa bagi rakyat Palestina. Mengapa Tepi Barat diisolasi? Tepi Barat diisolasi karena Israel menginginkan Hamas menyerah terhadap tuntutan Israel. Hal yang tipis sekali kemungkinannya untuk terjadi karena Hamas telah tahu keburukan dan kebohongan Israel.
Akibat isolasi itu, warga hidup dalam kegelapan karena tak ada listrik di malam hari, obat-obatan dilarang masuk, pedagang yang mensuplay kebutuhan makanan dan kebutuhan sehari-hari dilarang masuk. Orang-orang Palestina banyak yang mati karena isolasi Israel ini. Hal ini lebih buruk karena Mesir mendukung isolasi ini. Mesir tidak mengizinkan perbatasannya dilalui oleh warga yang menjalankan ekonomi Palestina.
Ketika tepi barat diboikot oleh Israel, tidak ada yang boleh berdagang, tidak ada listrik di malam hari, tidak boleh ada obat-obatan yang masuk; dunia diam saja. Tepi Barat menjadi penjara yang besar bagi warga Palestina. Ketika warga Mesir merasa kasihan dengan warga tepi barat dan meminta agar perbatasan Mesir-Palestina dibuka, Presiden Mesir, Hosni Mubarak malah menutupnya dan mengirimkan ribuan polisi agar tidak ada pengungsi yang masuk ke Mesir dari Palestina. Hosni Mubarak sama sekali tidak ada barokahnya bagi masyarakat.
Monday, December 22, 2008
Perjalanan DEMONSTRASI MEMBUKA PERBATASAN MESIR-PALESTINA
Posted by Iswara at 10:46 PM 0 comments
Labels: Perjalanan
Friday, December 12, 2008
Perjalanan WIFI DI KAMPUS
WIFI DI KAMPUS
WiFi di kampus sangat strategis untuk mengembangkan kampus. Dengan adanya WiFi, institusi tidak perlu membeli komputer desktop dengan rasio 1:1 atau satu komputer per satu mahasiswa. Institusi tinggal memperbanyak WiFi dengan memberikan akses untuk setiap mahasiswanya dengan portal tertentu. Portal ini akan memblok pengguna yang tidak terdaftar dan membiarkan masuk pengguna yang telah terdaftar (teregistrasi).
Alat untuk WiFi ini disebut Wireless Access Point (WAP) atau terjemahan bebasnya tempat akses nirkabel. Dengan menginstal WAP ini seseorang dapat menentukan rentang nomor IP yang dapat masuk ke networknya. Sebuah WAP bisa menjangkau kurang lebih 10-20 meter. Namun, menurut Onno bila antenenya diganti, jangkauannya bisa lebih jauh (sampai 4km). Untuk mencegah alat ini dicuri, sebaiknya ada penjaga gedung atau alat ini dikerangkeng.
Dengan adanya alat ini, pembelajar tinggal membeli laptop yang mempunyai fasilitas WiFi. Gambar WAP dan film penggunaan WiFi adalah sebagai berikut.
Posted by Iswara at 9:57 PM 0 comments
Labels: Perjalanan
Sunday, November 9, 2008
Perjalanan WARUNG DAYAK SUMEDANG
WARUNG DAYAK SUMEDANG
Wisata kuliner di Sumedang, salah satunya adalah Warung Dayak yang ada di Jalan Prabu Geusan Ulun. Jalan ini merupakan jalan protokol dari Masjid Agung dan alun-alun Sumedang yang berkelanjutan dengan Jalan Mayor Abdurahman.
Hidangan yang disediakan di Warung Dayak ini adalah ayam bakar dan ayam goreng. Untuk minumnya disediakan berbagai jus. Harga yang ditawarkan tidak banyak berbeda dengan harga pasaran. Dengan tempat yang kompak dan nyaman, wisata kuliner ini cukup pantas menjadi pilihan.
Di dekat Warung Dayak ini terdapat warung Umbi Cilembu yang terkenal di Sumedang. Jadi bila pulang hendak membawa oleh-oleh bisa sekalian membeli Umbi oven dari Cilembu ini.
Posted by Iswara at 1:44 AM 0 comments
Labels: Perjalanan
Saturday, October 4, 2008
Perjalanan KILANG MINYAK INDRAMAYU
KILANG MINYAK INDRAMAYU
Kilang minyak di Indramayu menunjukkan kekayaan negeri ini. Semestinya Indonesia menjadi pengekspor minyak dan kaya raya karenanya. Konon miskinnya negeri ini disebabkan oleh dijualnya aset-aset bangsa (di antaranya tambang minyak dan tambang-tambang lain) kepada perusahaan asing. Tentu saja dengan demikian, perusahaan asing itulah yang mendapatkan keuntungan melimpah. Indonesia sendiri ketika membutuhkan minyak, mesti membeli dari perusahaan asing itu. Ini namanya tikus mati di lumbung padi.
Selain di Jawa Barat, kilang minyak juga terdapat di Jawa Timur dan di tempat-tempat lain di Indonesia. Berikut ini foto-foto kilang minyak di Indramayu itu diambil dari http://maps.google.com.
Gambar pesantren Al Quraniyah, Indramayu.
Gambar kilang Kedokan 1.
Gambar kilang Kedokan 2.
Posted by Iswara at 11:09 PM 0 comments
Labels: Perjalanan
Perjalanan DEMO AL QUDS JAKARTA 2008
DEMO AL QUDS DI JAKARTA, TAHUN 2008
Palestina diyakini sebagai tanah yang masih dicengkram penjajah. Rakyat Palestina sendiri ditekan secara brutal jauh di luar batas peri kemanusiaan. Bahkan perilaku kepada binatang pun tidak pernah kita saksikan sesadis itu dalam waktu yang tidak henti-henti sejak puluhan tahun yang lalu. Israel sebagai penjajah negeri Palestina tidak pernah membiarkan penduduk Palestina tidur dengan nyaman. Setiap hari terjadi penculikan, pembunuhan warga Palestina oleh rezim Israel dengan dalih terorisme. Kekejaman rezim Israel terhadap warga Palestina ini disaksikan oleh wartawan-wartawan di seluruh dunia yang berakal sehat. Tujuan Israel hanya satu yaitu mengusir warga Palestina dan mendirikan negara Israel Raya.
Penjajahan ini mendapatkan perlawanan dari warga Palestina. Penduduk Palestina, baik yang beragama Islam, Kristen, Suni, Syiah; turut melawan kekejaman Zionis-Israel. Fatwa Rahbar (Imam Khumaini) ialah melakukan demonstrasi pada Jumat terakhir di Bulan Ramadan. Demonstrasi ini dilakukan di depan kantor kedutaan Amerika dan kantor PBB di Jakarta.
Foto di depan kantor kedutaan Amerika di Jakarta itu ialah sebagai berikut..jpg)
Demo di depan kantor kedutaan Amerika di Jakarta itu direkam pada film berikut.
Foto di depan kantor PBB di Jakarta itu adalah sebagai berikut..jpg)
Demo di depan kantor PBB di Jakarta itu direkam pada film berikut.
Posted by Iswara at 9:16 PM 0 comments
Labels: Perjalanan
Thursday, September 25, 2008
Perjalanan TAMBAL BAN
TAMBAL BAN
Salah satu bukti kreatifitas anak negeri adalah berdirinya kios tambal ban di jalan-jalan raya. Populasi mobil dan motor yang semakin padat membuat bisnis tambal ban dilirik sebagai alternatif yang menguntungkan. Bayangkan saja bila tidak ada tambal ban ketika motor yang dikendarai bocor, motor terpaksa harus mencari bengkel atau toko ban sekaligus menggantinya di sana. Dengan adanya tambal ban, bocornya ban menjadi bukan masalah besar terutama dari sisi finansial. Jika harga ban baru IDR 25k, menambal ban cukup IDR 5k saja. Cukup efisien untuk kantong pengendara. Ban pun masih bisa digunakan untuk puluhan kilometer lagi.
Salah satu prosedur operasional baku (POB) menambal ban ialah memanaskan bagian yang bocor dengan tambalan sehingga tambalan ini benar-benar rekat (menyatu) dengan ban. Memanaskan bagian yang bocor dapat dilakukan dengan memanggangnya di atas pelat yang di bawahnya ada kompor. Pada video berikut, ditayangkan pemanggangan itu dilakukan dengan alat setrika yang dimodifikasi. Inovasi ini sangat kreatif karena tukang tambal tidak lagi perlu minyak tanah atau spirtus untuk memanaskan pelat.
Silakan saksikan videonya berikut ini.
Posted by Iswara at 12:32 AM 0 comments
Labels: Perjalanan
Friday, September 19, 2008
Perjalanan UMBI CILEMBU
UMBI CILEMBU, TANJUNGSARI, SUMEDANG
Umbi Cilembu merupakan salah satu produksi pertanian dari Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Propinsi Jawa Barat. Umbi pada umumnya dapat menggantikan nasi sebagai makanan pokok seperti halnya sagu untuk saudara-saudara di Indonesia Timur. Produksi umbi Cilembu ini mengukuhkan kekayaan alam, hasil bumi dan hasil pertanian Indonesia yang dirahmati Allah. Bila di negeri-negeri lain terjadi krisis pangan, Indonesia sama sekali tidak terkena dampaknya.
Umbi Cilembu lebih istimewa daripada umbi biasanya karena umbi ini bila dioven akan mengeluarkan sejenis cairan lengket gula madu yang manis rasanya. Karena itu, umbi Cilembu disebut juga dengan umbi si madu. Bila umbi pada umumnya juga manis, rasa manis umbi Cilembu ini lebih manis dan lengket dengan gula madu. Rasa manis ini membuat tenaga ekstra bagi orang yang mengkonsumsinya, apalagi bila dimakan untuk sahur di bulan Ramadan.
Bila seseorang bepergian dari Bandung menunju Sumedang, penjual umbi Cilembu ini berderet-deret sepanjang jalan Tanjungsari hingga ke awal Cadas Pangeran. Penjulanya juga ada di kiri dan kanan jalan raya. Pada suatu observasi ke sebuah warung, umbi cilembu yang telah masak (dioven) dijual dengan harga IDR 12k atau satu dolar lebih. Ketika ditawar IDR 10k, penjualnya langsung setuju. Bungkuusssss...!
Silakan mampir di warung umbi Cilembu, Tanjungsari.
Berikut ini adalah video warung-warung umbi Cilembu itu.
Posted by Iswara at 10:44 PM 0 comments
Labels: Perjalanan
Tuesday, September 16, 2008
Perjalanan PABRIK KAPUR DI BONGAS
PABRIK KAPUR DI BONGAS
Di Bongas, Cirebon terdapat pabrik kapur. Daerah di sekitar pabrik kapur ini terlihat putih terpolusi dengan limbah pabrik kapur ini. Terlihat tanah di sekitar pabrik kapur ini memutih. Genting rumah dan aspal pun ikut memutih. Udara pun tidak jarang sesak karena asap dari proses pembakaran kapur ini. Polusi ini tidak hanya mengganggu warga penduduk, warga yang melewati jalan di Bongas ini pun tak jarang terkena polusinya. Bongas merupakan tempat antara Majalengka dan Cirebon. Konon tanah berkapur merupakan tanah yang cocok untuk menanam pohon jati. Karena itu di sekitar itu pun dibuat beberapa ladang jati. Hasil industri kapur di Bongas berupa kapur. Kapur ini tentu saja sangat penting bagi guru-guru yang mengajar di sekolah. Kapur digunakan untuk menulis pelajaran di papan tulis. Pada saat ini kapur masih digunakan dan belum sepenuhnya menggantikan spidol, whiteboard, proyektor komputer dan e-learning.
Berikut ini adalah video dari pabrik kapur di Bongas.
Posted by Iswara at 1:04 AM 1 comments
Labels: Perjalanan
Perjalanan PABRIK GENTENG JATIWANGI
PABRIK GENTENG JATIWANGI
Pabrik genteng yang ada di sepanjang jalan di Jatiwangi. Jalur ini dapat dilalui dari Sumedang menuju ke Cirebon. Pabrik genteng Jatiwangi merupakan pabrik yang dikembangkan oleh masyarakat berdasarkan potensi masyarakatnya. Produksi genteng Jatiwangi ini dipasarkan sampai ke tempat-tempat yang jauh di Jawa Barat, bahkan sampai ke propinsi lain. Kualitas genteng Jatiwangi ini dari hari ke hari semakin meningkat. Tembikar genteng ini dibakar untuk menguatkan kualitas gentengnya. Beberapa pesaing genteng membuat genteng dari asbes, mika dan plastik.
Video dari pabrik genteng itu adalah sebagai berikut.
Posted by Iswara at 12:44 AM 0 comments
Labels: Perjalanan
Monday, September 15, 2008
Perjalanan PABRIK BATUBARA DAN SEMEN DI PALIMANAN
PABRIK BATUBARA DAN SEMEN DI PALIMANAN
Pabrik batu bara dan semen di Palimanan menunjukkan kekayaan Indonesia. Bila di Tolengas, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, terdapat banyak hasil bumi berupa buah mangga (harum manis, gincu,cengkir) dan lain-lain, di Palimanan, Cirebon pun terdapat hasil bumi yang penting bagi rakyat Indonesia. Di Palimanan, Cirebon, terdapat beberapa pabrik besar yang penting di antaranya pabrik semen Tiga Roda dan pabrik batu bara. Di samping kedua pabrik itu, terdapat pula pemandian banyu panas Palimanan. Banyu panas dalam bahasa Jawa (Cirebon) berarti air panas.
Silakan lihat videonya berikut ini.
Posted by Iswara at 10:30 PM 0 comments
Labels: Perjalanan
Friday, September 5, 2008
Perjalanan MUSIM BUAH MANGGA DI TOMO, SUMEDANG
MUSIM BUAH MANGGA DI TOMO, SUMEDANG
Pada musim-musim tertentu setiap tahun, di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang terdapat sederetan penjual buah mangga. Para penjual itu ada di sebelah kanan jalan bila seseorang menempuh perjalanan dari Sumedang ke arah Cirebon. Kecamatan Tomo merupakan kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Majalengka.
Buah mangga yang dipasarkan di sana berasal dari daerah-daerah di sekitarnya yaitu Majalengka, Sumedang, Cirebon, Indramayu dan Kuningan. Dengan adanya panen buah mangga di tanah ini, masyarakat mesti bersyukur. Bila masyarakat di dunia terancam krisis pangan, tanah ini tak henti-hentinya memberikan rahmat bagi masyarakat. Akankah manusia berpaling dan membiarkan orang-orang rakus merampok kekayaan alam Nusantara?
Agar lebih menarik, di sini ditampilkan video sejumlah penjual dengan barang-barang dagangannya. Buah-buah yang besar dan ranum sungguh memancing dahaga untuk mencicipinya.
Posted by Iswara at 1:36 AM 1 comments
Labels: Perjalanan
Thursday, June 5, 2008
Tes Video Hasan
Ini menggunakan embed
Coba deh!
Posted by Iswara at 12:03 AM 0 comments
Labels: Perjalanan
Monday, June 2, 2008
Perjalanan PANTAI SANTOLO, GARUT
PANTAI SANTOLO, GARUT
Perjalanan ke Pantai Santolo, Garut menempuh jalan yang panjang, kurang lebih 150 km dari Kota Bandung. Pantai Santolo berada di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Pantai Santolo merupakan pantai yang masih relatif tidak terlalu ramai dibandingkan dengan pantai-pantai wisata lainnya, misalnya Pantai Pangandaran di Ciamis, di sebelah timurnya atau Pelabuhan Ratu di Sukabumi, di sebelah baratnya. Selain Pantai Santolo, terdapat pula Pantai Sayang Heulang yang juga merupakan pantai yang indah di Garut. Perjalanan dari Bandung ke Garut dapat ditempuh dengan mudah, hanya sekitar dua jam tanpa terlalu tergesa-gesa. Sedangkan dari Garut ke Pameungpeuk ditempuh dalam waktu kurang lebih tiga jam. Jalan dari Garut ke Pameungpeuk menempuh Gunung Gelap yang kini tidak lagi gelap karena telah menjadi perkebunan teh. Di pinggir jalan Gunung Gelap pun berdiri warung-warung yang telah dialiri listrik PLN. Penduduk semestinya mendapatkan manfaat dari dibangunnya jalan serta listrik di wilayah ini..jpg)
Di Pantai Santolo pun terdapat sebuah tempat peluncuran roket yang merupakan bagian dari institusi LAPAN milik negeri ini. .jpg)
Di Pantai Santolo pun telah dibangun tempat pelelangan ikan (TPI). Harga ikan kakap merah segar yang ditawarkan di sana adalah Rp 11.000,00 per kilo. Melihat aktifitas pantai yang tidak terlalu ramai, semestinya dari pantai ini bisa dieksploitasi lebih baik lagi bagi kemakmuran penduduk. Hal ini dapat dibandingkan dengan pantai di Cirebon, misalnya yang relatif lebih ramai dan mungkin lebih banyak hasil tangkapan lautnya. Masyarakat tidak akan kekurangan ikan untuk konsumsi mereka. Pelaut-pelaut itu kini menggunakan perahu dengan motor tempel dan sedikit sekali pelaut yang mengandalkan layar dan angin. Di Pantai Santolo, pelaut tidak perlu menggunakan alat Global Positioning Service (GPS) untuk menentukan posisi mereka, seperti pelaut-pelaut Pulau Timor atau Pulau Nusa Tenggara. Pelaut-pelaut itu tidak akan sampai ke perbatasan Australia dan dirampas alat GPS mereka serta dibakar perahu mereka. Jika pelaut-pelaut itu terlalu jauh melaut, mereka hanya menghadapi laut lepas dari Samudera Indonesia yang luas..jpg)
Selain terdapat sumber daya laut, tanah Garut yang subur pun ditanami pula coklat, padi, kelapa, dan karet. Tentu saja macam-macam sayuran pun terdapat di sana seperti wortel, kol, blumkol.
Tanah di Gunung Gelap pun ada yang menghasilkan batu-batu yang dapat digunakan untuk bangunan serta batu sejenis onik (marmer). Di Gunung Gelap mengalir mata air. Ada pula air yang mengalir keluar dari sela batu di puncak gunung. Beberapa puncak gunung tertanam batu-batu yang sangat besar, seperti pada posisi 99 km dari kota Bandung. Batu ini digunakan untuk latihan tentara yang melakukan panjat tebing..jpg)
Jalan dari Garut ke Pameungpeuk (Pantai Santolo) merupakan jalan yang berkelok-kelok. Gunung Gelap merupakan puncak tertinggi yang dilalui jalan beraspal. Perjalanan ini melewati bukit-bukit di sekitarnya. Pemandangan ini sangat indah sekaligus mencekam..jpg)
Jangan lupa, di Garut terdapat satu spesies domba yang unggul karena ukurannya yang cukup besar yaitu domba garut. Tentu saja spesies ini mesti dipelihara dan dikembangbiakkan oleh petani-peternak. Selain dagingnya dapat disate atau dijadikan konsumsi lainnya, kulitnya pun dapat digunakan menjadi bermacam-macam barang luks. Lihat saja industri kulit di kawasan Sukaregang, Garut. Di sana dijual jaket, tas, atau sepatu untuk konsumen yang punya cita rasa luks. Kualitas halus dan dapat diekspor. Bila pembeli mencarinya di pusat pertokoan di kota besar harganya bisa mencapai jutaan, juga bila ada produk impor harganya jutaan; di Sukaregang barang-barang luks ini dapat diperoleh dengan harga kurang lebih sepertiganya. Tentu saja harga ini naik seiring dengan naiknya harga BBM. Bila Pak Ali telah menjadi haji karena menjadi peternak, mengapa orang-orang biasa tidak mencoba untuk menirunya? Hmmm ....
Menurut berita, di Garut ada makam Prabu Siliwangi. Sayangnya tempat ini tidak sempat dikunjungi..jpg)
Posted by Iswara at 7:14 AM 0 comments
Labels: Perjalanan
