Showing posts with label Cerber. Show all posts
Showing posts with label Cerber. Show all posts

Sunday, March 8, 2009

Cerber CHAVEZ ANCAM MENASIONALISASI PERUSAHAAN ASING

Cerber CHAVEZ ANCAM MENASIONALISASI PERUSAHAAN ASING

Dua tahun yang lalu Venezuela terkena krisis pangan. Rakyat negeri ini heran karena semestinya krisis seperti ini tidak terjadi di negerinya. Negeri Venezuela merupakan salah satu negeri yang kaya dengan minyak dan hasil perkebunannya.

Pada bulan ini, Maret 2009, Chavez menemukan kambing hitam penyebab krisis pangan ini. Chavez melihat perusahaan asing yang menguasai produk pangan di Venezuela yang menyebabkan harga-harga bahan pangan menjadi mahal. Karena itu Chavez beserta jajaran pemerintahannya lalu mengancam perusahaan asing itu untuk menurunkan harga-harga, kalau tidak perusahaan asing itu akan dinasionalisasi. Menasionalisasi perusahaan asing merupakan tindakan yang dibenarkan dalam undang-undang karena kesejahteraan rakyat Venezuela merupakan prinsip yang mesti diperhatikan perusahaan-perusahaan asing itu. Bila perusahaan-perusahaan asing itu gegabah atau berbuat macam-macam, negara dapat mengambil alih perusahaan asing itu.

Situasi seperti ini juga terjadi di Indonesia. Beberapa perusahaan asing menguasai hajat hidup rakyat Indonesia. Minyak yang melimpah di Indramayu, semen dan batu bara yang ada di Palimanan, timah yang ada di Belitung, dan lain-lain; tidak dapat menyejahterakan rakyat karena sumber-sumber kekayaan Indonesia itu dikuasai perusahaan-perusahaan asing. Biasanya perusahaan asing itu tidak peduli pada kesejahteraan rakyat. Salah satu contohnya adalah kelangkaan minyak goreng di pasaran karena perusahaan-perusahaan asing dan swasta tidak mau menjual minyak gorengnya di dalam negeri.

Tindakan Chavez merupakan tindakan yang berani. Pertanyaan yang muncul pada pemimpin dan calon pemimpin Indonesia adalah, beranikah mereka mengeluarkan kebijakan yang sesuai agama sekaligus menyejahterakan rakyat?

Aturan agama Islam menyebutkan bahwa ada tiga jenis kepemilikan yaitu kepemilikan individu, kepemilikan masyarakat, dan kepemilikan negara (imam). Tambang minyak adalah milik negara. Sungai yang mengalir adalah milik masyarakat. Rumah yang dibuat oleh seseorang di atas tanah milik seorang individu adalah milik individu itu. Kepemilikan minyak oleh negara memungkinkan pembagian kebutuhan minyak itu untuk seluruh warga. Bila tambang minyak itu ada di tanah milik seseorang, maka orang itu tidak bisa memilikinya secara mutlak. Orang itu boleh saja mendapatkan minyak yang sebanyak yang dibutuhkannya, misalnya 50 liter sehari. Setelah itu, orang itu tidak boleh melarang negara untuk memanfaatkan minyak dari tanahnya untuk kepentingan masyarakat banyak.

Friday, February 6, 2009

Cerber PARTAI JANJI

PARTAI YANG DIBANGUN DENGAN JANJI-JANJI

Partai lazimnya dibangun dengan janji-janji, baik partai yang berkuasa maupun partai yang tidak berkuasa. Pada saat ini sebagian masyarakat merasa sangsi terhadap janji-janji partai. Sebagian masyarakat itu bahkan merasa bosan dengan janji-janji itu. Realisasi partai yang manfaatnya dapat dinikmati masyarakat jauh sekali. Fenomena ini sangat menarik untuk dicermati.

Tengoklah di Palestina. Sebelum Hamas berkuasa, partai Fatah menguasai politik Palestina. Partai Fatah sebelumnya didukung oleh pemimpin PLO, Abu Ammar alias Yaser Arafat. Hari ini partai Fatah didukung oleh Mahmud Abbas. Masyarakat kerap kecewa dengan partai Fatah. Kesejahteraan masyarakat pun tidak banyak berubah. Bahkan hari demi hari semakin buruk seiring tekanan kebrutalan militer Zionis-Israel ke Palestina.

Ada sebuah majelis taklim yang biasa bergerak dalam bidang sosial yaitu Hizbullah dan Hamas. Hizbullah memang tidak berkonversi menjadi partai, tetapi Hamas berkonversi menjadi partai. Keberadaan Hizbullah dan Hamas sangat dekat di hati masyarakat Palestina. Apalagi mereka dengan gagah berani menjadi pahlawan tatkala pasukan Zionis menyerbu masyarakat tak bersenjata. Pasukan Zionis yang didukung peralatan tempur paling mutakhir melawan pasukan majelis taklim yang tidak profesional di dalam peperangan. Persiapan perang pasukan majlis taklim ini jangan dianggap remeh. Mereka menyiapkan ketajaman senjata mereka serta strategi perang yang hebat. Layaknya pasukan majlis taklim ini mewarisi tradisi para Nabi.

Tengoklah perang Badar ketika mukminin berjumlah 300 orang melawan tentara kafir berjumlah 1000 orang. Mukminin menang dengan gemilang dalam perang Badar. Demikian pula dalam perang Uhud ketika mukminin berjumlah 1000 orang dan tentara kafir berjumlah 3000 orang. Dalam perang Uhud nyaris saja mukminin menang jika para pemanah di gunung Uhud tidak melanggar perintah Nabi dan mengejar ganimah. Ketika pemanah turun, panglima kafir saat itu, Khalid bin Walid segera menyusun pasukan dan kembali menyerang mukminin. Saat itu para sahabat Nabi lari tunggang-langgang. Nabi pun hampir saja terbunuh kalau saja tidak ada beberapa sahabat lain di sekitar Nabi. Ali ada di sekitar Nabi dan melindungi Nabi dari serangan musuh.

Ketika Hamas berubah menjadi partai, partai Hamas menang mutlak. Menurut catatan, kemenangan Hamas di atas angka 80%. Kemenangan partai Hamas ini menjatuhkan partai Fatah yang menguasai pemilihan umum di sepanjang sejarahnya.

Tetapi kemenangan ini ditolak Zionis. Zionis hanya mengakui Mahmud Abbas sebagai presiden. Zionis pun menangkapi dengan brutal menteri-menteri yang berasal dari partai Hamas, sebagian di antaranya dibunuh dan diteror. Zionis ingin Hamas jatuh dan ketakutan. Sebaliknya, Hamas malah tak surut keberaniannya melawan Zionis.

Bagaimana dengan di Indonesia, melihat kejenuhan masyarakat akan partai-partai, masihkah partai-partai mengedepankan janji-janji di dalam program-programnya? Pada masa yang akan datang, akan dapat diramalkan, akan ada partai Hamas atau partai majlis taklim atau partai garasi di Indonesia. Partai tidak lagi dilihat dari gedungnya yang megah dan mentereng, juga tidak dari banyaknya ludah yang tersembur karena propaganda, atau dari pengajian yang kosong dari amaliahnya; melainkan dari program yang nyata dilaksanakan di masyarakatnya.

Fenomena di Indonesia sekarang sangat mendukung hal itu. Orang tidak lagi melihat partai sebagai pilihan melainkan melihat sosok orang yang akan dipilihnya. Bisa saja orang ada calon legislatif (caleg) dari partai A, B atau C dengan nomor urut pertama atau kedua. Tetapi pemenang pemilu tidak lagi ditentukan dari nomor urut. Hal ini telah disahkan Mahkamah Konstitusi ketika melihat banyaknya politik uang demi mendapat nomor urut pertama dari suatu partai.

Bagaimana dengan di Indonesia, melihat kejenuhan masyarakat akan partai-partai, masihkah partai-partai mengedepankan janji-janji di dalam program-programnya?

Cerber PERANG INFORMASI

PERANG INFORMASI

Perang informasi merupakan bagian dari perang Gaza. Pihak Zionis-Israel berkeras kepala mengatakan bahwa serangannya merupakan balasan dari roket-roket yang diluncurkan Hamas. Sementara Hamas bersikukuh serangan Zionis-Israel selama ini merupakan penyebab dari pertumpahan darah, peperangan dan hancurnya perdamaian di Timur Tengah.

Bila kedua informasi ini sampai kepada publik di Indonesia, manakah informasi yang sahih dan dapat dipercaya? Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya publik menyimak berita-berita yang sampai ke mata atau telinganya. Bagaimanakah liputan pers terhadap serangan ini?

Ketika publik menanyakan kebenaran berita dari Zionis-Israel mereka akan heran karena banyak pers yang tidak mengatakan hal yang sama dengan Zionis-Israel. Negeri Zionis ini memang melarang publikasi berita-berita kecuali yang disampaikan sendiri oleh kelompok pemerintah Zionis-Israel. Negeri Zionis melarang pers asing untuk masuk ke negera Israel dan meliput kerusakan yang terjadi di negeri Zionis-Israel. Dengan begitu, tidak ada berita yang pasti tentang tentara yang terbunuh di Israel kecuali dari berita pemerintah Zionis.

Bahkan Zionis pun melarang pers meliput Perang Gaza. Kantor-kantor pers yang menyarkan berita-berita (objektif) dari lapangan perang di Gaza membuat marah pihak Zionis karena mereka menyiarkan kekejaman Zionis dan kekalahan Zionis. Akhirnya Zionis menghancurkan kantor-kantor pers itu. Zionis sendiri tidak peduli terhadap pers yang terbunuh. Mereka seakan menganggap korban-korban yang mati sebagai binatang lalat yang tak berguna. Tak segan-segan Zionis menghancurkan rumah warga yang dicurigai dihuni gerilyawan Hamas, masjid, sekolah dan tempat-tempat umum lainnya.

Pihak Zionis sejak semula memberitakan bahwa hanya 10 tentara Zionis yang tewas dalam perang Gaza. Beberapa di antaranya ada anak-anak. Sejak saat itu hingga dua puluh hari beritanya tidak berubah. Hamas meyakini korban Zionis lebih dari itu. Banyaknya korban tentara yang tewas dari Zionis itulah yang menyebabkan Zionis berhenti memerangi Hamas di Gaza. Dengan demikian, Hamas menang perang dalam Perang Gaza ini. Sekalipun perang ini menelan syuhada 1300 warga Gaza, Hamas menang perang karena Zionis tidak berhasil mencaplok Gaza. Lebih lanjut, Hamas masih berani melawan Zionis dalam peperangan-peperangan yang Zionis ledakkan. Padahal Zionis mengklaim sudah berhasil mencapai target perang mereka. Di sini jelas kebohongan Zionos dalam berita-beritanya.

Saat ini Zionis melarang masuknya senjata ke Gaza dengan harapan Hamas akan lemah dan kekurangan senjata. Sedangkan Zionis sendiri mendapatkan senjata-senjata yang mutakhir dari negara sekutunya (setan-setan besar itu) tanpa larangan sama sekali. Sekalipun Gaza mendapatkan tekanan, warga Gaza tidak akan menyerah dengan penjajahan ini. Hanya ada dua pilihan bagi mereka: syahid atau menang.

Monday, February 2, 2009

Cerber ERDOGAN KELUAR DARI FORUM

ERDOGAN KELUAR DARI FORUM EKONOMI DUNIA DI DAVOS

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan keluar dari Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis (29/1), setelah menyebut Presiden Israel Shimon Peres sebagai "pembunuh." Demikian menurut sebuah harian di ibu kota. Di dalam video yang disiarkan sebuah stasiun berita, Erdogan terlihat gusar setelah mendengar sejumlah kebohongan yang dikatakan oleh Shimon Peres. Shimon Peres mengatakan bahwa serangannya ke Gaza adalah dalam rangka membela diri.

Mata masyarakat dunia kini telah terbuka. Ketika Israel berusaha menutupi serangannya ke Gaza dengan dalih membela diri, dunia telah menyaksikan pembantaian yang dilakukan Israel kepada penduduk Gaza. Inilah yang disebut dengan massacred atau pembunuhan massal. Israel berdalih bahwa gerilayawan Hamas berlindung di balik penduduk sipil.

Tindakan Erdogan ini disambut meriah oleh penduduk Turki yang juga kesal dengan kebohongan-kebohongan Israel. Jika Israel tidak bohong, mengapa Israel tidak membiarkan pers menyiarkan reportasenya di seluruh dunia? Israel malah melarang liputan yang terjadi di negeri Israel sehingga kekalahan Israel atas Hamas ditutup-tutupi. Israel malah menghancurkan kantor-kantor jurnalistik yang meliput peperangan di Gaza. Tak hanya itu, rumah sakit dan sekolah yang dibangun PBB pun dihancurkan Israel tanpa kenal ampun.

Negara Israel atau negara Zionis ini tinggal tunggu waktu kehancurannya.

Erdogan merasa kesal karena Shimon Peres berbohong. Selain itu, Erdogan tidak diberi kesempatan untuk berbicara ketika ia mendengar kebohongan-kebohongan Shimon Peres. Karena itu Erdogan segera angkat kaki setelah diberi kesempatan waktu berbicara selama satu menit setelah Shimon Peres berbicara.

Serangan Zionis-Israel memang brutal. Derita rakyat Gaza karena peperangan itu tergambar dalam lirik lagu "We Will Not Go Down" yang dilantunkan Michael Heart. Sekalipun begitu, rakyat Gaza bergembira karena dapat memenangkan perang dari invasi Zionis yang brutal. Lirik lagu "We Will Not Go Down" dapat dilihat di http://www.metrolyrics.com/we-will-not-go-down-lyrics-michael-heart.html


Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight


Terjemahannya kurang lebih sebagai berikut.

Perempuan dan anak-anak
Terbunuh dan terbantai malam demi malam
Sementara organisasi yang kerap disebut pemimpin negara-negara
Berdebat tentang siapa pihak yang bersalah

Namun ucapan organisasi itu sia-sia
dan bom tetap meledak beserta hujan asam dan fosfor
Namun di antara tangisan dan darah dan derita
Kalian tetap akan mendengar suara di antara kepulan asap peperangan

Kami tidak akan menyerah
Malam ini, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami dan rumah kami dan sekolah kami
Tetapi semangat kami tak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini


Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan upami di Sunda namina meni sae pisan: Encep Toyib Endogan. Pan upami jalmi di-encep-encep teh siga ka juragan. Toyib tina bahasa Arab hartina sae. Teras kecap endogan pan endog teh buah tina perkawinan, buah anu sae. Klop weh sareng kawanina ngalawan Zionis.


Artinya
Bila di tatar Sunda, nama Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan sangat bagus: Encep Toyib Endogan. Orang yang dipanggil encep merupakan panggilan sayang bagi ningrat. Kata toyib dari bahasa Arab berarti bagus. Kemudian kata endogan dalam bahasa Sunda berarti bertelur. Telur merupakan buah perkawinan yang bagus. Nama itu klop dengan keberaniannya melawan Zionis.

Cerber INVASI ZIONIS KE GAZA

INVASI ZIONIS GAZA, 27 DESEMBER 2008
ZIONIS KALAH TOTAL 2-0


Invasi ilegal akhir-akhir ini kerap dilakukan. Invasi Zionis Israel ke Gaza yang dimulai 27 Desember 2008 hinga 18 Januari 2009 ini akhirnya menelan kekalahan memalukan. Gerilyawan Hamas selalu datang menyergap pasukan Zionis Israel yang hendak mencaplok Gaza. Zionis menyerang Gaza dari udara, laut, dan darat. Korban invasi Zionis pun tak tanggung-tanggung. Sipil, wanita dan anak-anak jadi sasaran serangan membabi buta Zionis. Pers diserang oleh Zionis karena khawatir berita-berita kelalahan Zionis diwartakan ke seluruh dunia. Sekolah PBB pun diserang Zionis. Zionis tutup mata dalam serangan brutalnya itu. Ketika ditanya, mereka berdalih serangan itu ditujukan untuk menghancurkan gerilyawan Hamas dan senjata-senjatanya yang dilindungi tameng rakyat sipil.

Korban peperangan ini 1200 orang tewas dan 5000 orang luka.

Serangan Zionis ini didukung oleh sebagian negara-negara Arab. Mesir, misalnya, menutup perbatasan Rafah yang menjadikan Gaza bagai penjara kota. Tak ada bahan makanan, obat-obatan atau paramedis yang bisa masuk ke Gaza. Maka terkutuklah Husni Mubarak yang mengkhianati Gaza dan penduduk Mesir yang bersaudara dengan Gaza. Demikian pula Arab Saudi yang biasa berperan sebagai anak emas Amerika, tutup mulut, tutup mata, dan tutup telinga terhadap serangan Zionis terhadap Gaza.

Ketika sebagian negara Arab berkonspirasi dan mengeroyok Gaza, masyarakat di dunia justru bangkit dan mengutuk (melaknat) serangan Zionis ke Gaza itu. Presiden Venezuela, Hugo Chavez, bahkan langsung mengusir duta besar Israel dari Ibu Kota Venezuela, Caracas. Duta besar itu marah dan mengatakan Chavez sebagai badut. Tetapi seluruh dunia marah terhadap pembantaian Zionis terhadap rakyat Gaza.

Di samping itu, pers dilarang meliput peperangan terutama yang terjadi di Israel. Berita mengatakan bahwa 10 tentara Zionis mati dalam peperangan itu dan Zionis berhasil menghancurkan Hamas. Tetapi klaim Hamas sebaliknya. Hamas yakin korban tentara Zionis jauh lebih besar daripada itu. Korban itu bisa saja mati ditembak gerilyawan Hamas atau terkena roket yang diluncurkan Hamas ke Israel. Ratusan roket yang dikirimkan Hamas ke Israel jelas akan merepotkan Israel. Analisis rasional yang paling logis adalah Israel kalah perang , tak bisa menundukkan Hamas dan banyak korban jatuh di pihak Zionis.

Kelalahan ini merupakan ulangan dari kekalahan Zionis melawan Hizbullah pada tahun 2006 lalu. Pasukan Zionis terkencing-kencing menghadapi pasukan majlis taklim dari Hizbullah. Zionis pun marah karena Hasan Nasrallah mengumumkan kemenangan mereka dan menyimpan bangkai-bangkai prajurit Zionis yang tewas di peperangannya. Peperangan itu diliput oleh stasiun televisi Aljazeera. Zionis kalah dari Palestina 2-0.

Berita manakah yang mesti dipercaya? Dari kawan atau dari lawan?

Monday, June 16, 2008

Cerber AVATAR 1 (DUNIA YANG DILIPUTI KEGELAPAN)

Iswara
AVATAR
1


Dunia kini diliputi dengan kegelapan. Pemimpin-pemimpin dunia berkampanye untuk memojokkan salah satu kelompok. Pemimpin-pemimpin dunia menyerang negeri-negeri berdaulat dengan rekayasa dan prasangka yang tak masuk akal.

Tragedi Sebelas September yang dikenal pula dengan sebutan 9/11 dikatakan Bush, Sang Presiden Amerika, sebagai teror kaum Muslim terhadap Amerika. Rakyat Amerika diwanti-wanti agar berhati-hati terhadap serangan teror yang menyerang Amerika.

Atas dasar fitnah peristiwa 9/11 itu penyerangan kepada negara-negara Muslim dilakukan. Afganistan diserang. Irak diserang. Palestina dan Libanon terlebih dahulu dibiarkan porak-poranda oleh serangan udara yang brutal dari jet-jet tempur Zionis-Israel. Perempuan, kanak-kanak, orang tua dan warga sipil menjadi korban serangan jet tempur Zionis-Israel itu.

Dunia yang menyaksikan timur tengah yang porak-poranda dengan wajah yang berwarna-warna. Ada yang membenci serangan itu, ada yang iba dan menangis atas korban tak bersalah yang berjatuhan karena serangan itu. Tetapi ada pula yang bungkam seribu bahasa, ada yang tertawa.

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengatakan bahwa tragedi holocaust adalah mitos yang tak ada realitasnya. Ketika ditanya alasannya, Ahmadinejad menjawab, "Jika tragedi itu benar, mengapa penelitian berkenaan dengan holocaust itu dilarang dan para sejarawan dan penelitinya ditangkap?" Semua orang tahu, Ahmadinejad berkata benar. Maka karena kebenarannya yang diembannya itu, Ahmadinejad mendapat ancaman brutal dari orang-orang pengecut yang tak mau berbicara dengan terbuka di hadapannya. Sewaktu-waktu, laras senjata para pengecut itu akan menghadap wajah Ahmadinejad yang bercahaya. Menghadapi ancaman-ancaman itu Ahmadinejad tak pernah menunjukkan rasa gentar sedikitpun karena relung jiwanya diisi oleh kematian Husain, cucu Nabi yang terbantai oleh musuh-musuh kemanusiaan di Karbala. Ahmadinejad berpikir, mungkin saja ia akan bernasib sama dengan Imam Husain as. dan itu berarti syahid di jalan-Nya.

Banyak orang yang tak tahu siapa Imam Husain. Banyak orang yang tak tahu siapa keluarga Nabi saw yang disebut di dalam Alquran, kitab suci kaum Muslim, siapa keluarga Nabi saw yang disucikan. Bahkan dari umat Islam sendiri banyak yang tak tahu perlawanan dari musuh-musuh kemanusiaan terhadap keluarga Nabi saw. Sebagian orang Islam tak tahu bahwa dari kalangan orang dekat dan sahabat Nabi saw sendiri terdapat musuh-musuh besar yang berbahaya bagi kemanusiaan. Sebagian dari orang Islam secara ironis hanya mengetahui bahwa pada zaman Nabi saw, semua sahabat adalah orang-orang baik. Sebagian orang Islam dapat mengambil sunah para sahabat bila tak ada sunah dari Nabi. Maka agama Islam berkembang menjadi tujuh puluh dua golongan yang mungkin masih mengharap rahmat Allah selama tidak memerangi mukmin yang lain dan membuka diri untuk menghormati mukmin lainnya.

Sementara itu musuh-musuh kemanusiaan mengarahkan senjatanya kepada orang-orang Islam.