Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Thursday, January 14, 2010

Artikel WAJANBOLIC DARI UPI KAMPUS SUMEDANG

WAJANBOLIC DARI UPI KAMPUS SUMEDANG

Sejalan dengan digunakannya access point (hotspot) di UPI Kampus Sumedang, wajanbolic pun dapat digunakan bagi tempat-tempat yang ada di sekitar UPI Kampus Sumedang. Salah satu access point yang digunakan UPI Kampus Sumedang ialah antena omni. Dengan begitu, diharapkan jangkauan sinyalnya bisa melingkupi seluruh kampus bahkan sampai ke tempat-tempat di sekitarnya. Sekalipun begitu, tidak semua orang dapat menggunakan access point ini karena UPI menggunakan gerbang bagi setiap penggunanya. Orang yang tidak memiliki username dan password tidak dapat menggunakan fasilitas dengan access point ini. Sementara ini access point UPI Kampus Sumedang hanya ditujukan bagi sivitas akademikanya saja.

Bagi tempat-tempat yang agak jauh, sivitas akademika UPI Kampus Sumedang dapat menggunakan wajanbolic (dalam bahasa yang lebih familiar disebut parabola katel). Setelah melakukan studi serius dari web-web yang menyimpan dokumentasi parabola katel (wajanbolic), juga dengan bantuan teman online yang mendorong pembuatan parabola katel, akhirnya diputuskanlah untuk membuat parabola katel ini. Tentu saja, pembuatan parabola katel ini disebabkan ada area tertentu, kurang lebih sejauh 2km yang kurang baik menangkap sinyal access point ini. Setelah studi dilakukan, mulailah mengumpulkan bahan dan alat untuk membuat parabola katel ini.

Berikut ini adalah dokumentasi pembuatannya.


Pertama, bahan yang digunakan adalah katel (wajan). Menurut saran beberapa teman, semakin besar katel, semakin bagus penerimaan sinyalnya.




Kedua, bahan yang digunakan adalah mur panjang no.12, dengan baut dan ringnya. Pada proyek ini dipilih mur yang panjang. Mur nomor 12 ini diupayakan sepanjang mungkin, agar bisa menjadi dudukan alumunium penyangga USB dan dudukan tiang antena wajanbolic).




Ketiga, bahan yang digunakan adalah pipa paralon pvc 3 inci dengan 2 buah dopnya.
Panjang pipa paralon pvc ini disesuaikan dengan lebar dan kedalaman katel (ada rumusnya). Pada proyek ini digunakan paralon 3 inci, panjangnya kurang lebih 30 cm).
Panjang pipa paralon ini (30 cm) disesuaikan dengan titik fokus wajan. Cara mengetahui titik fokus wajan yaitu dari diameter wajan dan kedalaman wajan. Rumus fokus wajan adalah f=D*D/16d, dengan D sebagai diameter, dan d sebagai kedalaman wajan. Bila fokus wajan 10cm, maka panjang pipa pvc adalah 3x10cm = 30cm. Bagian dari wajan ke fokus 10cm. Bagian dari fokus ke ujung pvc (20 cm) dilapisi dengan kertas alumunium.



Keempat, bahan yang digunakan adalah USB WiFi. USB WiFi tipe N pada saat ini (01/2010) harganya Rp 160.000,00. Bentuknya sangat kecil, seperti USB flash disk yang berukuran kecil. Tipe N dipilih karena tipe ini diduga lebih sensitif dan menjangkau jarak yang lebih jauh. USB WiFi tipe N ini pun bisa digunakan sebagai access point juga sekalipun komputer yang menjadi access point itu harus sudah terhubung dengan internet.



Kelima, bahan yang digunakan adalah USB RJ45. Dengan menggunakan barang ini, pembuat antena parabola katel tidak perlu lagi menghubungkan dan menyolder kabel USB dengan UTP. Lagipula menurut informasi spesifikasinya, barang ini sanggup tersambung dengan kabel UTP sepanjang 150 feet (50 meter). Barang ini bisa dipesan melalui internet di jakartanotebook.com. Tinggal transfer uang dengan sms banking, lalu konfirm melalui internet, beres, tinggal tunggu barangnya datang. Barangnya bisa dilihat di http://www.jakartanotebook.com/detail_1234567_1036



Keenam, bahan yang digunakan adalah kabel UTP (pada proyek ini, panjang kabel 15 m). Kabel ini juga tersedia di toko internet. Kedua ujung kabel ini mesti dipasang dengan RJ45 yang sudah dikrimping menggunakan alat krimping (crimping tool).



Ketujuh, bahan yang digunakan adalah besi atau alumunium dudukan USB WiFi. Barang ini berdiameter seukuran kelingking, atau lebih tepatnya masuk ke skrup ukuran 12 yang sudah disiapkan. Barang ini ditempelkan di sekrup yang ada di tengah-tengah katel. Fungsinya untuk menahan / menyangga USB WiFi, yang akan diikat dengan isolasi. USB WiFi ini disimpan di dalam tabung agar tidak kehujanan dan kepanasan. Di sini digunakan alumunium bekas antena televisi.



Kedelapan, bahan yang digunakan adalah double tape. Double tape ini digunakan untuk menempelkan kertas alumunium dengan pipa paralon 3 inci.



Kesembilan, bahan yang digunakan adalah dudukan tiang dengan katel. Dudukan ini mesti disesuaikan dengan tiang penyangga katel. Karena itu mesti disiapkan dulu tiang penyangganya, barulah dudukan tiang dengan katel ini dibeli. Bila tiang penyangga berukuran satu inci, maka dudukan ini juga mesti yang dapat memuat tiang satu inci.

Kesepuluh, bahan yang digunakan adalah kertas alumunium. Barang ini diambil dari dapur untuk memasak. Kertas alumunium bisa dibeli di supermarket. Secara ekstrem, kertas alumunium ini bisa menggunakan yang bekas (recycle). Jika pipa pvc diganti kaleng, tentu kertas alumunium ini juga tidak diperlukan. Tetapi kaleng mesti dijaga dari karat agar penerimaan sinyal tetap stabil.


Setelah dikerjakan dan dipasang, hasilnya seperti ini.


Kekuatan penerimaan sinyal dengan wajanbolic ini sangat bagus. Dalam arti, tidak ada yang mesti dikeluhkan karena putusnya koneksi di cucaca panas dan hujan. Berikut ini adalah gambaran dari besar sinyal yang ditangkap oleh wajanbolic atau parabola katel ini.


Selanjutnya filmnya adalah sebagai berikut.

Monday, September 7, 2009

Artikel PEMERINAHMENGATASI PREMAN PASAR

MENGATASI PREMAN PASAR DENGAN KEKUATAN PERAN PEMERINAH

Mungkinkah seorang calon eksekutif (bupati, gubernur, atau presiden)atau calon legislatif (dewan perwakilan rakyat) berjanji untuk membuat pasar-pasar yang bersih seperti market. Kemudian pasar itu dapat dimiliki atau disewakan oleh rakyat yang modalnya tidak besar. Hal ini terjadi karena kota-kota besar telah dikuasai oleh pasar-pasar yang notabene pasar milik negara asing.

Ada permasalahan lainnya berkenaan dengan pasar yang ada di Indonesia.

Seseorang yang tinggal di Indonesia acap kali mendengar berita, ketika panen tomat begitu melimpah, tiba-tiba harga tomat di pasaran jatuh. Petani akhirnya tidak memetik panen tomatnya sama sekali dan membiarkan panen tomatnya membusuk di pohon. Ketika petani sedang panen kol, buah kol begitu besar dan berat. Tiba-tiba harga kol di pasaran jatuh.Petani pemilik kebun akhirnya mengumumkan di masjid,bagi para tetangga yang membutuhkan kol, silakan ambil sendiri di kebun milik petani itu. Juga ketika petani panen cabai, tiba-tiba harga cabai jatuh sehingga petani lagi-lagi dirugikan. Setiap petani akan merasakan kekuatan preman pasar dalam menentukanharga. Hukum pasar berbunyi, bila permintaan barang lebih besar daripada penawaran barang, maka harga barang akan naik. Sebaliknya bila jumlah barang banyak dan permintaan sedikit, maka harga barang akan jatuh.

Keadaan-keadaan seperti ini layaknya seperti pasar dikuasai preman. Harga jagung, beras, dan hasil produk pertanian tidak pernah stabil. Akhirnya petani acap kali mengalami kerugian dan tidak pernah berubah nasibnya.

Hal ini diperparah dengan masuknya komuditi asing (impor) dengan harga yang jauh lebih rendah daripada harga barang domestik. Contohnya gula dan beras. Ketika gula produk dalam negeri disaingi produk impor (juga dengan harga yang bersaing alias lebih murah), jelas gula produk dalam negeri akan kehilangan pasar. Orang-orang akan membeli gula impor karena lebih murah dan mungkin sedikit lebih bagus daripada produk lokal. Impor gula ini pernah dilakukan oknum pemerintah atau dewan karena oknum pemerintah atau dewan itu mendapatkan komisi dari masuknyua gula impor itu.

Ketika harga kedelai dunia rendah, pemerintah bahkan melarang para petani menanam kedelai. Pelarangan yang dilakukan pemerintah itu sepertinya menolong petani, padahal pemerintah bukan melindungi tetapi menghancurkan tradisi potensi masyarakat yang semestinya dilindungi. Seharusnya pemerintah memberi alternatif seperti (1) menyetop impor kedelai, (2) memberi bea / pajak impor kedelai, (3) mendistribusikan kedelai lokal bahkan bagi makanan ternak.

Di negara-negara maju, produk-produk dalam negeri senantiasa dilindungi pemerintah. Pemerintah mempunyai sejumlah kepanjangan tangan di kecamatan hingga ke desa-desa untuk dapat memasarkan produk dalam negeri dengan baik. Bila di Jepang produk motornya dilindungi bahkan pemerintah Jepang berupaya memasok produk kendaraan bermotornya di luar negeri, negeri ini justru mematikan potensi pertanian dan industrinya.

Friday, June 12, 2009

Konferensi Pendidikan Dasar Tingkat Internasional, UPI Kampus Sumedang 2009

Konferensi Pendidikan Dasar Tingkat Internasional, UPI Kampus Sumedang 2009

UPI Kampus Sumedang akan mengadakan Konferensi Pendidikan Dasar Tingkat Internasional, pada bulan Oktober 2009. Konferensi ini akan diselenggarakan di UPI Kampus Sumedang dan di Islamic Center, Sumedang. Acara ini diikuti oleh guru-guru dan mahasiswa dari Sumedang dan sekitarnya, serta peserta dari luar negeri.

Kegiatan ini diikuti pula oleh sejumlah pakar dari UPI, UPI Kampus Sumedang, maupun dari perguruan tinggi di sekitar UPI Kampus Sumedang.

Kegiatan konferensi ini dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 10 dan 11 Oktober 2009, waktu 07.30 WIB sampai selesai, tempat plennary di Islamic Center Sumedang, parallel session di UPI Kampus Sumedang.

Biaya Pendaftaran mahasiswa S1 Rp. 150.000,00; guru/dosen/mahasiswa S2,S3/umum Rp. 250.000,00; pemakalah: Rp. 200.000,00.

Untuk lebih lengkapnya silakan lihat di http://kd-sumedang.upi.edu.

Monday, October 6, 2008

Artikel AMERIKA DILANDA KRISIS EKONOMI

AMERIKA DILANDA KRISIS EKONOMI

Pada hari ini Amerika dilanda krisis ekonomi yang sangat buruk. Krisis ini mengancam perekonomian Amerika serta kehidupan warganya. Pertanyaan penting bagi warga Indonesia adalah apakah krisis ini berdampak pada kehidupan di Indonesia? Mungkin saja tidak. Orang-orang segera berlepas diri dari pengaruh buruk krisis Amerika. Iran sudah berlepas diri dengan tidak menggunakan uang dolar Amerika untuk jual beli di dunia Internasional (minyak dan lain-lain). Menurut Ichsanudin Noorsy, bursa efek Indonesia hanya dikuasai 12% saja oleh pemain dari dalam negeri, sisanya pemain dari luar negeri. Dampak krisis ini terasa pada bursa efek Indonesia karena banyak pemain asing itu. Pemain asing itu tentu saja ingin menyelamatkan hartanya dan meninggalkan pasar Indonesia. Menurut Ichsanudin Noorsy pula, sambil menunjukkan bukti-bukti beritanya, krisis ini disebabkan setidaknya oleh tiga hal yaitu ketidakmampuan rakyat Amerika membayar kredit perumahan, bencana badai yang datang silih berganti, dan kekalahan perdagangan dengan Cina.

Sebagian orang Indonesia yang bergantung pada dolar tentu saja tidak mudah melepaskan diri dari malapetaka ekonomi Amerika. Namun, malapetaka ekonomi Amerika ini tidak berpengaruh sama sekali pada kehidupan rakyat bawah. Rakyat Indonesia juga mesti belajar dari krisis ekonomi Indonesia tahun 1998 saat George Soros membuat krisis ekonomi di Indonesia dengan menarik dolarnya dari Indonesia sehingga orang-orang Indonesia yang mau membayar uangnya dengan dolar tidak menemukan dolar. Harga dolar pada saat itu bahkan mendekati IDR 20k per satu dolar Amerika.

Ekonomi bawah di Indonesia sama sekali tidak terpengaruh oleh krisis ekonomi Amerika. Lihat saja pada label perjalanan di blog ini. Di Tolengas, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang berjajar pedagang-pedagang buah mangga. Di Kecamatan Tanjungsari berjajar pedagang-pedagang umbi Cilembu. Di Kota Sumedang tak kurang pedagang tahu Sumedang. Di Jatiwangi berjajar pabrik genting. Lautan Indonesia mengandung berbagai ikan dan udang yang dapat dikonsumsi dan dijual di dalam negeri dan di pasaran internasional. Perekonomian dan perputaran uang di kalangan ekonomi bawah lancar dan tidak tersendat. Dari sumber daya alamnya, Indonesia semestinya tak kekurangan minyak karena ada tambang minyak di Indramayu. Ada pula pabrik batu bara di Palimanan, Cirebon untuk menyalakan listrik masyarakat. Pabrik batu bara itu bersebelahan dengan pabrik semen Tiga Roda. Juga di Pulau Bangka dan Belitung seperti diceritakan dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata terdapat timah yang dibutuhkan dunia.

Indoensia sangat kaya dan semestinya tidak terkena dampak krisis ekonomi Amerika.

Wednesday, July 23, 2008

Artikel PRESIDEN VENEZUELA, HUGO CHAVEZ, MENASIONALISASI PERUSAHAAN YANG DIKUASAI ASING

PRESIDEN VENEZUELA, HUGO CHAVEZ, MENASIONALISASI PERUSAHAAN YANG DIKUASAI ASING



Di tengah gemuruh privatisasi Pertamina, PLN, PDAM serta badan-badan usaha milik negara yang terjadi di Indonesia, Hugo Chavez melakukan yang sebaliknya yaitu menasionalisasi perusahaan yang tadinya dikuasai asing. Chavez tentu tidak sembarangan. Setiap orang dapat melihat masuknya investor asing ke Indonesia (Freeport di Papua, Exxon Mobile serta Meryl Line di blok Cepu Jawa Timur) serta penguasaannya yang mutlak atas badan-badan itu menjadikan kekayaan negara terkuras untuk sebagian orang yang nyata-nyata rakus. Ini menjadi salah satu poin pertanyaan kritis juga terhadap universitas BHMN. Keberadaan universitas BHMN, bisa jadi maju karena kemandiriannya, tetapi bisa saja sangat rapuh karena beban pengeluaran yang inefisien.

Nilai uang rupiah di negeri ini diserahkan pula pada pasar. Kebijakan ini juga atas desakan "Reformasi Ekonomi" IMF. Padahal ekonom Kwik Kian Gie menyatakan bahwa penyerahan nilai uang pada pasar itu dilakukan bila negara dalam keadaan sangat stabil. Dengan demikian, alih-alih menjadi untung, "reformasi ekonomi" itu justru menjerumuskan negeri ini ke jurang kesengsaraan yang lebih dalam. Penyerahan nilai uang pada pasar di negeri kita cukup kritis bahayanya. Pasar di negeri ini dikuasai preman sehingga setiap orang yang menguasai pasar akan menentukan harga semaunya saja. Bila cabe habis di pasar, harga cabe melonjak. Bila beras habis di pasar, harga beras melonjak karena pedangang sendiri yang menentukan harga, bukan pemerintah.

Negara Jepang juga merupakan negara yang perlu diteladani secara kritis. Negara Jepang dengan percaya diri memproteksi sektor-sektor lemah yang rawan akan ancaman serangan pasar asing. Maka selanjutnya rakyat Indonesia akan bertanya, apakah pemerintah melindungi sektor-sektor lemah yang rawan akan serangan pasar asing. Bila ada masyarakat Indonesia yang membuat inovasi teknologi (motor atau komponennya misalnya), perusahaan-perusahaan Jepang justru beramai-ramai memotongnya. Pejabat disuap dan korupsi terjadi di mana-mana.

Jika pemerintah beritikad baik, pemerintah akan membuat undang-undang yang melindungi miliknya. Kita akan tahu peristiwa yang akan terjadi pada lima, sepuluh atau lima belas tahun lagi berdasarkan pada peristiwa sekarang.

Monday, June 16, 2008

Artikel SAMPAH DI TANAH INDONESIA

SAMPAH DI TANAH INDONESIA


Permasalahan sampah di Bandung sudah menjadi permasalahan serius yang melibatkan setiap keluarga dan setiap warga.

Sebenarnya, sebagian sampah di tanah Indonesia akan hancur dan sebagian lagi tidak mudah hancur. Sampah yang tidak mudah hancur contohnya adalah plastik. Sebuah keluarga yang menggali tanahnya untuk tempat sampah dan memasukkan sampah-sampah plastik ke dalamnya membuat tanah menjadi tercemar (terpolusi). Ketika tanah yang digali itu penuh dengan sampah dan sampah plastik, keluarga itu menimbunnya dengan tanah. Mereka pun menggali tanah yang baru di bagian lain dari halaman rumahnya. Dari tahun ke tahun yang dilakukannya adalah menggali tanah baru di halamannya. Sampai suatu ketika tidak ada lagi tanah yang belum digali untuk tempat sampah. Ia pun memutuskan untuk menggali lubang yang paling awal digali untuk tempat sampah dengan harapan, sampah yang ada di dalamnya sudah hancur. Tetapi ia menyadari bahwa sampah plastik dan beberapa jenis sampah lainnya tidak hancur dimakan tanah.

Beberapa sampah di Indonesia sebenarnya dapat hancur oleh tanah, misalnya sisa makanan. Sisa makanan itu akan hancur dan membusuk. Bila menempel di tanah, maka tanah akan mendaur ulang (mengurai) sisa makanan itu. Sama sekali tidak akan tercium bau busuknya. Hal ini berbeda dengan sisa makanan yang terbungkus plastik (misalnya nasi bungkus). Nasinya akan membusuk tetapi plastiknya menahan penguraian bakteri. Baunya akan menyengat dan asam. Binantang seperti anjing, kucing dan ayam pun membuang kotoran. Tetapi kotoran mereka tidak ditahan oleh plastik sehingga kotoran mereka hancur dimakan tanah. Kotoran binatang yang biasanya ada di tanah akan mudah hancur dalam beberapa hari dan tidak lagi berbau.

Oleh karena itu seseorang yang hendak membuang sampah di tanah, mesti membedakan antara sampah organik dengan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang relatif mudah hancur. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah hancur. Contoh sampah organik adalah sisa sayuran di dapur, sisa makanan, kertas, tisu. Contoh sampah anorganik adalah plastik, logam, kaleng, pecahan botol, pecahan gelas, pecahan kaca. Lazimnya, setiap orang di Indonesia tahu sampah yang mudah hancur dan tak mudah hancur.

Sampah yang tak mudah hancur (anorganik) lebih baik buang di tempat sampah yang akan diangkut oleh tukang sampah. Dengan demikian tanah tidak akan tercemar dengan plastik dan logam.

Berkenaan dengan pengolahan sampah lihat blog http://keranjangtakakura.blogspot.com/

Artikel RAKYAT BERTANYA, "MENGAPA BENSIN NAIK?"

RAKYAT BERTANYA, "MENGAPA BENSIN NAIK?"

Pada tanggal 23 Mei 2008 Menteri ESDM mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak. Rakyat bertanya-tanya mengapa bahan bakar mesti naik, siapa yang bertanggung jawab? Orang-orang mengatakan menteri bertanggung jawab, orang orang mengatakan presiden bertanggung jawab.

Kenaikan bahan bakar minyak di negeri ini merupakan peristiwa yang memalukan karena pemimpin negeri dianggap (maaf) gagal mengelola negara.

Ada sebuah tantangan jelas terhadap pemimpin masa depan, dapatkah mereka menjamin kembalinya aset negara sehingga kenaikan bahan bakar minyak ini tidak lagi terjadi. Pemimpin masa depan mesti menjamin kemakmuran rakyat, bukan ngeri dengan wibawa perusahaan-perusahaan asing.

Pemberhentian kontrak dengan perusahaan asing yang memberikan keuntungan minim adalah hal yang wajar. Seseorang yang mempunyai perusahaan dapat mengangkat seorang direktur atau manajer. Bila direktur atau manajer ini meminta imbalan gaji 80% dari seluruh total (100%) pendapatan, si pemilik perusahaan ini hanya mendapatkan 20% pendapatan untuk dibagikan kepada seluruh karyawan. Bagi hasil ini menunjukkan sedikit keuntungan dibandingkan dengan perusahaan yang lazim. Pada situasi seperti ini, pemilik perusahaan tentu akan mempertimbangkan pemberhentian kontrak itu. Pemilik perusahaan dapat memberhentikan kontrak direktur atau manajernya dan menggantinya dengan direktur atau manajer lain.

Seseorang bisa membayangkan bila keuntungan sebuah tambang minyak diambil perusahaan dan pekerjanya 80% sedangkan 20% diberikan kepada rakyat Indonesia. Ini bukan imbalan yang fair.

Pemberhentian kontrak merupakan salah satu alternatif pemacahan karena masih banyak perusahaan lain atau negara lain yang berminat pada investasi BUMN Indonesia secara lebih fair. Masyarakat bisa melihat negara Venezuela atau Iran yang mandiri. Iran sudah sejak dahulu tidak berurusan dengan penjajah asing. Venezuela dapat menasionalisasi badan usahanya untuk kemakmuran rakyat. Hal ini mesti dilakukan dengan undang-undang. Undang-undang dasar negara Indonesia menyebutkan bahwa kekayaan alam ini digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Artikel HARGA MINYAK BUMI DUNIA NAIK, INDONESIA TERANCAM KRISIS MONETER KEDUA

HARGA MINYAK BUMI DUNIA NAIK, INDONESIA TERANCAM KRISIS MONETER KEDUA

Ketika harga minyak di pasaran dunia naik, semestinya produsen minyak seperti Indonesia berpesta pora karena mendapat keuntungan berlipat. Tetapi apa yang terjadi? Indonesia malah terancam terkena krisis moneter kedua gara-gara kenaikan harga minyak di pasaran dunia itu. Masalah ini telah saya ungkapkan di forum ini dengan alamat berikut.

http://forum.upi.edu/v3/index.php?topic=5523.msg27366#msg27366

Seseorang yang merenungkan peristiwa di atas akan berpikir mengapa Indonesia terancam krisis moneter kedua. Alih-alih berpesta dan mendapat untung berlipat, Indonesia sebagai produsen minyak (baca: anggota OPEC) justru terancam terkena krisis moneter kedua.

Mungkinkah tambang-tambang minyak di Indonesia telah dijual kepada perusahaan-perusahaan asing selain pertamina. Karena itu Indonesia tidak bisa lagi menguasai tambang-tambang minyak itu kecuali dengan permintaan yang terbatas. Ketika Indonesia memerintahkan perusahaan-perusahaan asing itu untuk memberi distribusi minyak kepada rakyat Indonesia, perusahaan-perusahaan asing ini menolak dan berkata, "Kami tidak mau mendistribusikan minyak kepada rakyat Indonesia karena kami akan merugi. Lebih baik kami menjual minyak kepada dunia internasional. Jika pemerintah Indonesia menginginkan kami menjual minyak untuk pasaran dalam negeri, pemerintah harus memberi subsidi untuk minyak."

Demikianlah, perusahaan-perusahaan itu menyuruh pemerintah mensubsidi agar perusahaan-perusahaan asing itu tidak merugi. Orang-orang disuruh berdemo agar pemerintah mensubsidi bagi rakyat, padahal subsidi ini akan dinikmati oleh perusahaan-perusahaan asing itu.

Salah satu contoh langkah brilian yang dapat dijadikan contoh adalah langkah yang dilakukan Presiden Venezuela, Hugo Chavez. Hugo Chavez menasionalisasi kembali aset-aset negara agar rakyat Venezuela mendapatkan manfaat yang besar dari kekayaan alamnya, bukan hanya perusahaan-perusahaan asing yang menikmati kekayaan dengan merugikan rakyat Venezuela. Hal ini diatur dengan undang-undang yang berlaku di Venezuela. Tentu saja undang-undang itu mesti bebas dari tekanan lembaga kourp dan rentenir seperti IMF. IMF jelas-jelas membuat aturan yang mendorong para peminjamnya terjerumus ke dalam kesengsaraan dan kemiskinan yang makin dalam.

Artikel EPOS RAMAYANA DAN REALITA

Iswara
Pementasan Lakon Teater, “Maaf. Maaf. Maaf.” karya N. Riantiarno
EPOS RAMAYANA DAN REALITA


Epos Ramayana yang telah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia akan selalu menarik untuk disimak sebagaimana menonton pagelaran wayang atau menonton epos Ramayana di televisi. Menonton epos Ramayana karya N. Riantiarno, penonton akan selalu berharap menemukan kaitannya dengan realita dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang luhur senantiasa tergambar dalam sebuah karya sastra yang telah terbuang dari menara gadingnya. Hal itu menjadi kenyataan saat epos Ramayana dipentaskan berdasar pada drama karya N. Riantiarno itu. Pementasan itu digelar Lakon Teater UPI Bandung di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa pada tanggal 12, 13 September lalu dan masih akan dipentaskan pada bulan November sampai Desember akhir tahun ini. Pementasan yang telah diselenggarakan itu menyedot perhatian penonton yang terdiri atas mahasiswa, mahasiswa sekolah pascasarjana dan pemerhati seni di sekitarnya.

Kenikmatan menonton “Maaf. Maaf. Maaf. (Politik Cinta Dasamuka)” akan menggelora karena N. Riantiarno mengolah karyanya ini dalam gaya tragedi komedi. Den Ario yang menjadi tokoh sentral drama ini menganggap dirinya sebagai Dasamuka Raja Diraja dari negeri Alang-alangka setelah mendapat cahaya wangsit. Ia akhirnya dimahkotai Uti / Nenek Ratu Cahaya. Selanjutnya Den Ario memanggil semua keluarganya dengan tokoh-tokoh epos Ramayana. Bandem, abdinya di rumah, dianggapnya sebagai Patih Prahasta. Ibu, istrinya, dianggap sebagai Dewi Shinta. Adiknya dianggapnya sebagai Sarpakenaka. Anak-anaknya dianggap sebagai Trijata, anak Wibisana; Wibisana, Laksmana, Rama, Hanggada, dan Hanoman.

Den Ario amat tergila-gila pada istrinya yang dianggapnya sebagai Dewi Shinta. Istri Den Ario pun menikmati cintanya dengan Den Ario tanpa ada kekhawatiran terjadinya petaka. Ia beranggapan sekalipun suaminya menganggap dirinya sebagai Dasamuka, toh Dasamuka tidak secara realitas memimpin dengan angkara semisal membunuh penduduk dengan lalim, merampas harta benda mereka, merampas anak gadis mereka, dan meneror penduduk dengan ketakutan. Den Ario justru mempropagandakan pembangunan dengan meresmikan MCK Center. Dasamuka meresmikan MCK Center itu di tengah gempita sambutan rakyatnya yang bergembira. MCK atau tempat mandi, cuci dan kakus tentu saja sangat bermanfaat di tengah hingar-bingar pusat perbelanjaan yang maju. Ini menjadi salah satu ironi, yaitu komedi di tengah tragedi. Sebagian penonton tentu memahami politik mercu suar yang dibangun di negeri ini ketika pemerintah sok-sokan membangun freeport, exxon mobile, juga Meryl Line (ML) untuk eksplorasi minyak serta pertambangan dan penebangan hutan yang mengelembungkan isi dompet kapitalis luar alih-alih membangun keadilan bagi rakyat sendiri. Pemerintah saat itu hanya berkepentingan pada segelintir orang yang serakah dan ingin memperkaya diri tanpa peduli akan nasib bangsa dan penjajahan atas negerinya. Ini menjadi pesan moral yang diusung Riantiarno dalam karyanya.

Menanggapi kegilaan Den Ario itu, mula-mula keluarganya tenang-tenang saja dan menikmati perannya. Istri merasa berada dalam cinta yang murni. Demikian pula adik Den Ario, sebagai perawan tua yang haus cinta menikmati perannya sebagai Sarpakanaka yang mencintai pemuda Laksmana. Namun kecemasan mulai merebak ketika dua penyusup masuk ke dalam rumah Den Ario. Serta-merta Den Ario menganggap dua penyusup itu sebagai Hanoman dan Hanggada. Sebagai hukuman, keduanya harus dibakar. Menurut pakem cerita yang diyakini keluarga Den Ario, Hanoman dan Hanggada akan selamat dari hukuman bakar itu. Sebaliknya kerajaan Alang-alangka justru akan terbakar. Karena tidak ingin rumah ‘kerajaan Alang-alangka’ itu terbakar, sandiwara harus disudahi dengan ditangkapnya Den Ario alias Rahwana alias Dasamuka itu.

Di tengah kegilaan Den Ario itu, sandiwara epos Ramayana disisipi dengan adegan pendirian semacam lembaga bantuan hukum buatan pemerintah yang diberi nama Lembaga Manajemen Nafsu. Dengan didirikannya lembaga itu, demonstrasi dan segala kemarahan harus melapor dahulu sebelum melaksanakan aksinya. Maka orang-orang yang marah pun kebelet untuk menumpahkan marahnya, mengantri untuk mendapatkan izin marah. Bandem, abdi Den Ario yang berperan pula sebagai Patih Prahasta memimpin Lembaga Manajemen Nafsu ini. Ia pula yang melakukan pelarangan terhadap penerbitan buku puisi dari penyair yang kritis yang dianggapnya sebagai karya yang tak masuk akal.

Pementasan ini merupakan bagian dari karya besar N. Riantiarno. Karya-karyanya jika diamati lebih lanjut merupakan karya yang sarat dengan nilai yang dekat dengan kehidupan. Notabene, karya-karya Riantiarno sangat kritis terhadap pemerintahan dan berlangsungnya kehidupan pada masanya. Pemberangusan, demonstrasi, pelarangan, kegilaan rezim pemerintah, ditampilkan sebagai sosok idola yang mengesankan.

Drama ini dibuat pada zaman orde baru, pada masa pementasan yang kritis dan radikal amat rentan untuk dapat dipentaskan. Pelarangan-pelarangan yang dilakukan oleh rezim selalu memberangus sastrawan dalam upayanya memperbaiki realita dan menyodorkan kenyataan. Penulis drama tak kurang akal untuk selalu menyodorkan realitas demi memperbaiki keadaan melalui karya-karyanya. Semua itu dapat dibandingkan dengan karya-karya Riantiarno yang lain seperti Trilogi Bom Waktu: Bom Waktu, Opera Julini, dan Opera Kecoa. Juga karya lainnya seperti Opera Ikan Asin.

Jika penonton bertanya pakem, tentu penonton tidak akan dipuaskan dengan pementasan “Maaf.Maaf.Maaf.” ini, sebagaimana tak tercermin di dalam judulnya sekalipun ada embel-embel judul kecil “Maaf.Maaf.Maaf. (Politik Cinta Dasamuka)”. Pakem rasanya menjadi bayang-bayang semu ditingkah kreatifitas Riantiarno. Justru nilai-nilai luhur lainnya dirasakan lebih menerap dalam pementasan ini.

Demikian pula jika penonton berharap pada pementasan wayang orang, karya Riantiarno bukanlah karya ajeg wayang orang. Lebih lanjut karya Riantiarno ini merupakan drama modern sebagaimana pementasan terdahulunya yaitu Pandawa Adu Dadu (1991) karya Wahyu Wibisana, sutradara Godi Suwarna. Segala atribut dan instrumen yang digunakan total sebagai drama modern. Tidak ada pulasan wayang orang kecuali tokoh-tokohnya yang memang tokoh pewayangan.

Epos Ramayana sebagaimana telah ditayangkan pula Epos Mahabarata, dapat kita lihat di televisi lokal Bandung ("Hanoman" di Bandung TV setiap pukul 13.00, 11/2006). Di saluran televisi penonton tentu terpuaskan harapannya akan pakem epos Ramayana yang sebenarnya. Melalui sajian di televisi, penonton mendapati ritual epos Ramayana begitu dalam dengan hidmatnya sebagai cerita sastra yang tinggi nilai-nilainya. Epos Ramayana menunjukkan peradaban yang tinggi, kepahlawanan, kerendahatian, ditingkah kelaliman Rahwana.

Nilai-nilai yang diusung epos Ramayana bisa jadi berkaitan dengan globalisasi ini. Panah-panah diganti rudal-rudal. Pasopati dan bramastra diganti kathyusha. Pemanah ulung berganti menjadi prajurit gerilyawan yang mengusung rudal-rudal pembalas. Penonton akan melihat keadilan akan selalu diserukan oleh orang-orang yang ditindas. Juga orang yang ditindas karena kekayaan alam negerinya dikeruk serta bangsanya dikerdilkan. Penonton akan melihat bahwa orang-orang yang ikut serta dalam membela kebenaran akan menjadi bagian dari penegak kebenaran. Sebaliknya orang-orang membiarkan berlangsungnya kejahatan akan menjadi bagian dari atau sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan itu sendiri. Sebagaimana Balarama atau Baladewa yang tidak berpihak pada satu sisi pun dianggap sebagai bagian dari kejahatan bagi Sri Kresna yang maksum. Ketika Baladewa marah karena Bima memukul bagian terlarang dari muridnya, yaitu paha dan pinggul Duryudana; Sri Kresna menentang kemarahan Baladewa itu dengan bijaknya. Akhirnya kemenangan yang menjadi hak Pandawa pun dapat diperoleh dan sejarah tidak lagi dimanipulasi. Demikian pula Karna atau Radea sekalipun mengetahui dirinya saudara tua Pandawa dan mengetahui kejahatan Duryudana, Radea tetap membela Duryudana. Karna pun akhirnya mendapatkan karmanya untuk mati di tangan Pandawa.

Kemenangan Hamas di Libanon dan pemilu di Irak menunjukkan bahwa rakyat menentang hegemoni penjajah yang angkara. Pendudukan pasukan asing memaksa mendirikan pemerintah boneka penjilat dan menangkapi pejabat-pejabat resmi yang didukung rakyat. Sejarah sedang dimanipulasi dengan begitu kerasnya. Bila Pandawa kalah perang, Pandawa akan tetap dicap sebagai penjahat dan Duryudanalah pembela kebenarannya. Sekalipun jelas-jelas Duryudana merupakan diktator penumpah darah yang berbahaya. Demikian pula pengembangan teknologi nuklir Iran, yang ditentang barat merupakan bukti penjajahan hegemoni asing yang justru mengembangkan nuklir dalam teknologi perangnya. Segala jalan damai ditempuh untuk menuntut hak-hak kemanusiaan, tetapi orang-orang jahat yang merasa dirinya kuat senantiasa ingin memaksakan kehendaknya menindas rakyat. Mereka berusaha memonopoli kekuasaan dan memukul semua kekuatan baru sekalipun didukung oleh keadilan rakyat.

Demikianlah sebuah pementasan akan selalu dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi dalam realitas. Peristiwa-peristiwa dalam pementasan akan menjadi inspirasi bagi apresiannya untuk mengambil hikmahnya. Sebuah pementasan tidak bisa berlepas diri dari realitas. Apalagi pementasan dengan tema-tema besar seperti yang berkaitan dengan kemanusiaan, keadilan atau kesejagatan.

Pementasan Riantiarno merupakan hiburan yang dibumbui dengan komedi sebagai penyegar suasana. Drama-drama di Indonesia, sebagaimaa diungkap Sumarjo, merupakan drama yang semestinya berakar dari drama tradisional seperti longser, ketoprak dan sandiwara; saat pemain bisa berdialog dengan penonton dan penonton dapat menanggapi permainan drama itu. Gaya komedi dari naskah ini kerap kali menggelitik pemirsanya sehingga pementasan ini menjadi sedap untuk ditonton.

Pementasan Lakon Teater Universitas Pendidikan Indonesia ini menjadi menyejuk dahaga dalam dunia pementasan di kota Bandung khususnya di antara pementasan Studiklub Teater Bandung terdahulu yaitu Arturo UI dan pementasan Culture Center Ledeng dan pementasan teater kampus di STSI.


18 November 2006

Saturday, June 7, 2008

Artikel KAMPANYE PRESIDEN: MEMBANGUN 100 KILANG MINYAK MILIK NEGERI

KAMPANYE PRESIDEN: MEMBANGUN 100 KILANG MINYAK MILIK NEGERI

Orang-orang melihat manuver tokoh nasional menyikapi kebijakan pemerintah SBY. Pemerintah SBY memberlakukan kebijakan kenaikan harga BBM yang sangat membuat duet SBY-JK menjadi tidak populer di mata rakyat. Tokoh-tokoh nasional berseru-seru protes dan menolak kebijakan ini.

Semua orang tentu bisa protes. Lebih jauh, tokoh nasional semestinya tidak hanya menyerukan kritik yang pedas, melainkan juga menawarkan solusinya. Salah satu solusi yang mungkin bisa dipertimbangkan adalah keberanian tokoh nasional untuk berjanji, akan membuka seratus tambang minyak milik negeri ini agar harga minyak nasional turun bahkan mendapatkan manfaat dari naiknya harga minyak dunia. Kemudian seorang presiden dapat melihat target Indonesia keluar dari keterpurukan pada 10 tahun mendatang, dan menjadi negara maju pada 15 tahun mendatang. Negeri ini membutuhkan seorang presiden yang mengerti kekayaan negeri ini dan mengerti cara pengolahannya yang memakmurkan rakyat dan tidak merugikan rakyat. Kampanye ini bukan berarti presiden harus benar-benar membangun seratus atau seribu tambang minyak, melainkan mengolah kekayaan alam ini sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Dengan membangun tambang-tambang baru, Indonesia tidak lagi perlu keluar dari OPEC. Para pakar pertambangan kita tidak perlu berada di bawah telunjuk perusahaan asing, bahkan bisa menjadi pengelola perusahaan minyak sendiri. Berkenaan dengan eksploitasi minyak oleh negara mesti diketahui oleh pakar-pakar pertambangan (misalnya dari ITB atau UGM). Berkenaan dengan perjanjian perdagangan di dunia internasional semestinya bisa diserahkan kepada pakar manajemen bisnis dan hubungan internasional.

Negeri ini merupakan negeri yang sangat kaya dan subur. Dari novel Andrea Hirata, Laskar Pelangi diketahui pula bahwa Pulau Belitung merupakan pulau yang sangat kaya akan timah. Di Papua terdapat tambang emas yang sangat kaya. Di Indramayu dan blok Cepu terdapat tambang minyak. Di Cilegon, Banten terdapat pabrik industri baja Krakatau Steel.

Bila negeri-negeri di dunia sedang terkena krisis pangan, Indonesia tidak terkena krisis ini sama sekali. Pertanian masih menghasilkan beras, ubi, singkong, jagung, tebu, kelapa. Tanaman industri seperti sawit dan karet juga tersedia. Tanaman kayu seperti jati atau maranti juga banyak ditanam warga. Peternakan domba, kambing, sapi memenuhi kebutuhan warga. Laut dan empang menyediakan ikan-ikan dan udang bagi masyarakat.

Mudah-mudahan solusi ini bisa mengangkat negeri ini dari keterpurukan.

Monday, June 2, 2008

Artikel PABRIK BAJA KRAKATAU STEEL AKAN DIPRIVATISASI?

PABRIK BAJA KRAKATAU STEEL AKAN DIPRIVATISASI?

Ketua MPR, Hidayat Nurwahid menurut berita dari TVRI pada tanggal 30 Mei 2008, curiga, rencana penjualan / swastanisasi Krakatau Steel (di Cilegon, Banten) bermuatan politis demi menjaring dana kampanye.

Petinggi-petinggi negeri ini dapat melobi perusahaan-perusahaan asing demi mendapat dana segar untuk kampanye. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan asing berlomba-lomba menawar aset-aset (tambang-tambang uang) negeri ini agar dapat dieksploitasi besar-besaran. Di samping itu, pemimpin-pemimpin dunia tentu hanya akan mendukung presiden Indonesia yang senantiasa bergantung pada pertolongan mereka. Seorang kandidat presiden Indonesia yang tidak mengenal barat tidak akan didukung oleh barat.

Privatisasi atau swastanisasi atau penjualan aset-aset negara ini didorong oleh pemimpin negara (presiden). Dahulu, privatisasi ini didorong oleh IMF karena Indonesia "mengemis" dana segar untuk bangkit dari krisis ekonomi.

Kenyataanya, krisis ekonomi terjadi karena perusahaan-perusahaan importir dalam negeri (misalnya importir elektronik atau kendaraan bermotor) bergantung pada dolar. Ketika krisis terjadi, harga dolar naik sampai hampir dua puluh ribu rupiah. Sebuah kenaikan yang fantastis.

Krisis ekonomi justru tidak terjadi pada eksportir. Eksportir udang atau eksportir kayu justru kebanjiran uang karena naiknya harga dolar ini. Jadi bagi mereka tak ada krisis ekonomi, melainkan banjir uang.

Masih adakah solusi yang baik bagi negeri ini?

Friday, May 30, 2008

Artikel PELAJARAN STATISTIK

PELAJARAN STATISTIK

Statistik sangat diperlukan sebagai bagian dari teori kemungkinan. Pada hari ini dengan adanya komputer penghitungan statistik menjadi sangat mudah di ujung jari penghitungnya. Program spreadsheet memungkinkan seseorang melakukan penghitungan statistik tanpa kelelahan yang berarti. Sekali seseorang mampu menggunakan komputer sebagai alat statistik, ia akan dapat menggunakan rumusnya untuk digunakan pada waktu yang lain. Paket program spreadsheet pun kini dilengkapi dengan fungsi-fungsi statistik sehingga orang yang ingin menghitung statistik tak perlu lagi menghitung secara manual. Seseorang dapat menggunakan cara manual maupun menggunakan fungsi statistik yang ada pada program spreadsheet.

Pada saat ini banyak situs atau blog yang menaruh perhatian pada statistik. Pengguna internet yang tertarik pada statistik tinggal mencari dan belajar dari sumber-sumber itu.

Beberapa fungsi statistik yang biasa digunakan adalah
1. korelasi
2. regresi
3. uji t (t-test)
4. anova
5. analisis jalur (path analysis)

Ada pula statistik deskriptif yang mencakup
1. rata-rata
2. modus
3. median
4. kuartil
5. desil
6. presentil
7. simpangan baku (standard deviation)
8. varians
9. koefisien varians
10. angka baku (standard score)

Fungsi-fungsi statistik itu akan diuraikan pada pembahasan selanjutnya.