DIALOG MUSLIM DENGAN ATEIS
dari Hasan A.A.
Sorang muslim yang tinggal di sebuah negeri yang ateis (tak bertuhan) diminta berdialog tentang keyakinannya tentang keberadaan Tuhan. Orang muslim ini menyetujui diadakannya dialog. Maka ditentukanlah tempat dan waktu dialog itu.
Pada tempat dan waktu yang ditentukan, berkumpullah orang-orang ateis untuk menyaksikan dialog mereka dengan muslim tadi. Beberapa lama mereka menunggu, orang muslim tadi tidak juga datang. Mulailah mereka curiga, jangan-jangan orang muslim tadi tidak mampu berargumen sehingga terlambat untuk datang. Orang-orang sudah mulai cemas dan tak sabar.
Setelah satu jam berlalu, barulah orang muslim ini datang ke tempat dialog teologi tadi. Orang-orang mencemooh dan memprotes, "Hai orang Islam, inikah ajaran Islam itu, biasa terlambat datang dan membiarkan orang-orang menunggu?"
Orang muslim tadi tidak marah dan berupaya menenangkan. Ia memohon maaf dan berkata bahwa ia menyesal terlambat datang. Ia mengatakan bahwa terlambat datang bukanlah ajaran Islam. Oleh karena itu, ia memohon agar keterlambatannya jangan diidentikkan dengan ajaran Islam.
Orang-orang mulai mengerti pembicaraan orang muslim tadi. Lalu seseorang bertanya, "Mengapa ia sampai terlambat dan orang-orang menyangka ia tidak menghargai forum dialog ini?" Orang muslim ini mulai bercerita. Ia menjawab bahwa ia terlambat datang karena ada halangan ketika akan mencapai tempat dialog ini. Orang Islam itu berkata, "Tuan-tuan, saya terhalang sungai yang memisahkan desa saya dengan desa tempat forum dialog ini diadakan. Maka saya pun menunggu tukang perahu yang biasa memberikan jasa mengantar orang menyebrangi sungai. Sayangnya hari ini hari libur sehingga tukang perahu datang agak siang."
Orang muslim ini pun melanjutkan ceritanya. "Tuan-tuan, ketika saya sedang menunggu, tiba-tiba pohon yang ada di dekat saya tumbang ke pinggir sungai. Tetapi saya tetap tidak bisa lewat karena pohon tidak menjadi jembatan penghubung di atas sungai itu. Tetapi tiba-tiba lagi batang pohon yang tumbang itu terbelah-belah menjadi potongan kecil yang rapi berupa kusen dan papan. Selanjutnya potongan kusen dan papan itu tiba-tiba merangkai sendiri menjadi perahu. Melihat perahu ini, saya pun naik di atasnya dan menyebrang sungai ini sehingga bisa tiba di tempat ini sekalipun terlambat."
Orang-orang yang hadir pada forum itu mula-mula heran, tetapi selanjutnya banyak yang tersenyum, akhirnya semua tertawa mendengar cerita yang tak masuk akal itu. Mereka mulai berteriak-teriak mencemooh orang muslim ini. Salah seorang berteriak, "Mana mungkin pohon bisa tumbang dan terpotong-potong sendiri, kemudian merangkai sendiri sehingga membentuk perahu. Itu adalah cerita tahyul yang tak masuk akal. Itu semua omong kosong. Kami tidak bisa ditipu dengan tahyul seperti itu. Engkau adalah orang muslim yang bodoh, karena tak tahu bahwa kami tak bisa dibohongi."
Melihat orang-orang mencemoohnya, orang muslim ini akhirnya berkata, "Demikianlah dengan alam ini. Sebagian orang mengira bahwa alam ini terjadi dengan sendirinya. Menurut saya, bila ada orang yang berpendapat seperti itu, orang itu adalah orang yang benar-benar gila."
Mendengar penuturan terakhir dari muslim ini, orang-orang ateis ini tersadar dan mulai memahami teologi agama. Mereka mulai yakin akan adanya Tuhan. Tak mungkin alam ini tercipta dengan sendirinya. Akhirnya mereka memeluk agama Islam.
Tetapi mereka belum merasa yakin tentang adanya nabi. Sehingga muslim tadi harus mengajarinya. Maka muslim tadi pun mengajarinya tentang kenabian.
Saturday, January 9, 2010
Cerita Nabi DIALOG MUSLIM DENGAN ATEIS
Posted by Iswara at 10:09 PM 0 comments
Labels: Cerita Nabi
Tuesday, January 5, 2010
Muharam ORANG YANG DIAM KETIKA MENYAKSIKAN TRAGEDI KARBALA
ORANG YANG DIAM KETIKA MENYAKSIKAN TRAGEDI KARBALA
Disarikan dari Sayyid Ibnu Thawus
Ibnu Rabbah berkata, bahwa dia bertemu dengan seorang buta yang ikut menyaksikan pembantaian Imam Husain di Karbala. Kepadanya aku bertanya penyebab kebutaannya. Ia menjawab bahwa ia menyaksikan pembantaian Imam Husain dari dekat. Bahkan ia dekat dengan kesepuluh orang yang menginjak-injak Imam Husain dengan kuda. Hanya saja aku tidak ikut memukul atau melempar sesuatu kepada Imam Husain. Setelah beliau terbunuh, aku pulang ke rumahku dan menunaikan salat Isya kemudian tidur. Tiba-tiba aku melihat seseorang datang kepadaku dan berkata, "Jawablah pertanyaan Rasulullah saw!"
Aku berkata, "Ada apa sehingga aku harus menemui beliau?"
Tanpa menjawab, ia memagang tanganku dengan erat dan menyeretku. Aku melihat Rasulullah saw duduk di padang sahara. Kegelisahan tampak di wajahnya. Beliau bertopang dagu pada kedua tangannya. Sebuah senjata kecil ada di tangan beliau. Di sebelah Rasulullah saw ada seorang malaikat yang berdiri tegak dengan menghunus pedang yang terbuat dari api. Sembilan orang temanku telah tewas di tangannya. Setiap ia memukulkan pedangnya, api menyembur dari pedangnya itu dan menyambar tubuh mereka.
Aku mendekat ke tempat beliau berada dan bersimpuh di hadapannya. Aku sapa beliau, "Assalamu'alaika, ya Rasulullah." Tak kudengar jawaban beliau. Lama beliau berdiam diri. Kemudian sambil mengangkat wajahnya, beliau bersabda, "Hai musuh Allah, kau telah menginjak-injak kehormatanku, membantai keluargaku, dan tidak mengindahkan hakku sama sekali. Bukankah demikian?"
Aku menjawab, "Ya, Rasulullah, demi Allah, aku tidak ikut andil dalam memukulkan pedang, menusukkan tombak, melemparkan anak panah sama sekali."
"Benar." jawab beliau. "Tetapi bukankah kau telah ikut andil dalam menambah jumlah mereka? Mendekatlah ke mari."
Aku mendekat. Beliau menunjukkan kepadaku sebuah bejana yang dipenuhi darah seraya bersabda, "Ini adalah darah cucu kesayanganku Al Husain." Lalu beliau memoles kedua mataku dengan darah itu. Ketika terjaga dari tidurku, mataku menjadi buta sampai sekarang.
Posted by Iswara at 2:17 AM 0 comments
Labels: Cerita Nabi, Muharam
Thursday, March 26, 2009
Cerita Nabi KEKUATAN FISIK RASULULLAH SAW DAN NABI MUSA
KEKUATAN FISIK RASULULLAH SAW DAN NABI MUSA
Rasulullah adalah seorang yang sempurna fisiknya. Sebagaimana terjadi pada hujah Allah lainnya, kekuatan fisik Rasulullah pun luar biasa. Pada suatu hari Rasulullah sedang bersama Rukanah bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Al Muththalib bin Abdi Manaf. Rukanah adalah seorang yang paling kuat di antara suku Quraisi. Tak ada yang mampu mengalahkannya dalam bergulat.
Saat itu Rasulullah bertanya kepada Rukanah, apakah Rukanah akan menerima seruan Rasulullah? Rukanah sedikit enggan mengikuti Rasulullah. Maka Rasulullah berkata, "Jika aku dapat mengalahkanmu, maukah kau mengikuti seruanku?" Kekuatan Rasulullah adalah salah satu bukti kerasulan. Rukanah menyambut tantangan Rasulullah.
Keduanya pun bergulat. Rasulullah lalu mengangkat tubuh Rukanah dan membantingnya ke tanah. Rukanah merasa heran melihat kecepatan Rasulullah mengalahkannya. "Ulangi, wahai Rasulullah, bagaimana kau bisa melakukannya?" Keduanya pun bergulat lagi dan sekali lagi Rasulullah menangkap dan menjatuhkan ke tanah. Sekali lagi Rukanah meminta tanding ulang dan Rasulullah mengalahkannya pada pertandingan ke tiga.
Rukanah pun mengakui kekuatan Rasulullah dan mau mengikuti seruannya. Rukanah menjadi seorang muslim.
Kekuatan para nabi dan rasul merupakan bagian dari bukti kenabian dan kerasulan. Tidak mungkin nabi dan rasul mempunyai fisik yang lemah sehingga dengan mudah dikalahkan orang lain. Di dalam cerita nabi diketahui bahwa Nabi Musa pun memiliki kekuatan fisik yang besar.
Pada suatu hari nabi Musa melihat penindasan yang dilakukan oleh orang atau tentara Mesir terhadap orang Israel (hal yang sebaliknya terjadi pada zaman sekarang yaitu tentara Israel menindas dan membunuhi orang Mesir). Musa lalu membela orang Mesir itu dan mencoba memisah pertikaian. Tetapi tentara Mesir ini semakin beringas sehingga keadaan begitu gawat. Untuk membela orang Israel itu, Nabi Musa memukul tentara Mesir itu. Pukulan itu sangat telak sehingga orang itu mati. Kematian tentara Mesir ini sungguh tidak sebanding dengan kematian orang-orang Israel yang dibunuh tentara Firaun itu.
Orang-orang Mesir geger melihat salah seorang tentaranya tewas. Nabi Musa lalu sembunyi dari penglihatan tentara-tentara Mesir yang mengejarnya.
Pada hari lain, kembali orang Mesir melakukan penindasan terhadap orang Israel. Nabi Musa tak tahan melihat penindasan orang Mesir ini tetapi ia tak ingin memukul lagi. Nabi Musa lalu melerai dan pura-pura menyalahkan orang Israel agar tentara Mesir dapat melepaskannya. Melihat Nabi Musa menyalahkannya, orang Israel ini berkata, "Bukankah kau yang membunuh tentara Mesir itu tempo hari?" Akhirnya, tentara Mesir itu berbalik hendak menangkap Nabi Musa. Nabi Musa pun lari dan pergi ke luar kota.
Itulah sekelumit cerita tentang kekuatan para Nabi.
Posted by Iswara at 7:10 PM 0 comments
Labels: Cerita Nabi
Monday, February 16, 2009
Safar PERINGATAN ARBAIN
PERINGATAN ARBAIN 2009
Bulan Safar adalah bulan setelah Muharam. Pada bulan Safar ini terdapat peristiwa penting dalam sejarah Islam yaitu Arbain. Arbain adalah hari keempat puluh setelah Imam Husain syahid di Padang Karbala. Pada hari syahadah Imam Husain, setelah Imam Husain berperang melawan puluhan ribu tentara musuh, Imam Husain pun syahid di Padang Karbala.
Dalam peperangan itu, tubuh Imam Husain dipotong-potong oleh musuh-musuh Allah. Kemudian, tentara-tentara musuh Allah itu membawa kepala Imam Husain untuk dipersembahkan kepada Yazid bin Muawiyah, khalifah Muslimin saat itu. Kepala Imam Husain dipancang di atas tombak sebagai piala arak-arakan dari kemenangan mereka.
Keluarga Nabi yang suci, putra-putri Nabi yang senantiasa dipingit dari perbuatan-perbuatan buruk hari itu diseret dengan belenggu. Di antara mereka ada Imam Ali Zainal Abidin Assajad, putra Imam Husain yang masih hidup, dalam keadaan sakit, diseret bersama iring-iringan menuju istana Yazid. Selain itu ada pula Zainab, salah seorang adik Imam Husain atau bibi dari Imam Ali Zainal Abidin Assajad.
Setibanya di hadapan Yazid, hampir saja Imam Ali Zainal Abidin Assajad dieksekusi mati, jika saja tidak ada pertolongan Allah melalui lisan pembelaan Zainab yang berani. Berhari-hari, berminggu-minggu mereka menjadi tawanan Yazid. Hingga pada suatu hari Yazid memutuskan membebaskan mereka. Sebagai bekal, Yazid memberi uang kepada keluarga Nabi ini. Keluarga Nabi saw pun pulang ke Madinah dan membagi-bagikan uang yang dibekalkan Yazid.
Sebelum tiba di Madinah, mereka tiba di Karbala dan melihat sisa-sisa pertempuran. Dengan hati yang tersayat, hancur, luluh, keluarga Nabi menyempurnakan jasad Imam Husain yang terbujur kaku. Mereka pun memperingati peristiwa tragis, pembantaian terhadap keluarga Nabi saw oleh sekelompok manusia yang menamakan dirinya penguasa dan memaksa orang lain untuk berbaiat kepadanya. Mereka mensalati jasad Imam Husain, berdoa dan bermunajat pada hari itu. Mereka tinggal di Padang Karbala saat itu sampai beberapa hari.
Peristiwa tibanya keluarga Nabi saw kembali ke Padang Karbala jatuh pada hari keempat puluh setelah peristiwa pembantaian 10 Muharam di Karbala. Karena itu peristiwa ini disebut Arbain yang artinya hari keempat puluh. Setelah itu mereka meneruskan perjalanan mereka ke Madinah untuk menyampaikan berita duka ini kepada kaum mukminin.
Di Indonesia, tahlil acap kali diperingati sorang muslim pada hari ketujuh hingga hari keempat puluh.
Di antara muslimin, ada yang tidak mengenal sejarah tragis terbantainya keluarga suci Nabi saw ini. Mereka bertanya, bagaimanakah partisipasi Hasan dan Husain, cucu Nabi saw sepeninggal Nabi saw? Ketika ditunjukkan kepada mereka sejarah ini, mereka terkejut dan hampir-hampir tak percaya.
Di dalam sejarah, Yazid dikenal sebagai peminum khamr dan orang yang dengan terang-terangan berbuat maksiat. Banyak sumber yang dapat dijadikan rujukan untuk membenarkan peristiwa itu. Namun di Indonesia, umat muslim sama sekali tidak mengetahui hal itu. Ketika ditunjukkan manusia seperti apa Yazid, mereka terkejut dan hampir-hampir tak percaya.
Rasulullah pernah berkata tentang Imam Husain bahwa dalam diri Imam Husain terdapat bara yang tak pernah padam untuk melawan tiran dan penindasan. Kaum muslimin yang turut berduka dengan syahadahnya Imam Husain memperingati syahadah dan arbain dengan duka yang membara. Liputan usai peristiwa Arbain ini dapat dilihat pada video berikut ini.
Posted by Iswara at 8:58 PM 0 comments
Labels: Cerita Nabi, Safar
Thursday, February 12, 2009
Cerita Nabi PERUMPAMAAN NYAMUK
PERUMPAMAAN NYAMUK
Sebagian masyarakat di sekitar Nabi saw merasa iri dengan turunnya Al Quran. Ketika Allah menurunkan suatu ayat mereka selalu mempertanyakan sebab-sebabnya. Allah tidak jarang membuat banyak perumpamaan dalam ayat-ayat yang diturunkannya. Orang-orang yang ingkar terhadap Al Quran bertanya, mengapa Allah menurunkan ayat-ayat yang berisi perumpamaan? Maa dza aradallahu bihadza matsala?
Hal ini berbeda dengan masyarakat mukmin di sekitar Nabi saw. Ketika sebuah ayat turun, masyarakat mukmin ini berkata, kami melihat hikmah dan manfaat dari ayat ini. Allah swt mengatakan bahwa Allah tidak malu untuk membuat perumpamaan dengan lalat atau lebih kecil dari itu.
Imam Jafar Shadiq pernah ditanya oleh sahabatnya tentang perumpamaan seekor nyamuk. Mengapa Allah swt memberikan perumpamaan seekor nyamuk. Imam Jafar berkata, "Ketahuilah bahwa nyamuk memiliki kelengkapan yang sama dengan seekor gajah." Bila gajah mempunyai kaki, nyamuk pun mempunyai kaki. Bila gajah mempunyai kepala dan badan, nyamuk pun mempunyai kepala dan badan. Bila gajah mempunyai belalai, nyamuk pun mempunyai belalai. Bahkan nyamuk memiliki kelengkapan yang lain yaitu mempunyai sayap, sedangkan gajah hanya memiliki telinga yang lebar saja.
Rasulullah pernah ditanya sahabatnya tentang perbedaan shirot dan subul (sabil). Kedua kata itu dalam bahasa Arab berarti jalan. Rasulullah lalu membuat perumpamaan. Beliau saw mengambil sebuah ranting. Dengan ranting itu beliau saw membuat sebuah garis vertikal (dari atas ke bawah). Rasulullah saw mengatakan bahwa inilah shirot. Lalu Rasulullah saw membuat garis-garis horizontal di kanan dan kiri garis vertikal itu. Rasulullah mengatakan bahwa inilah subul. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa shirot adalah jalan utama sedangkan subul adalah jalan-jalan kecil.
Allah swt menggunakan begitu banyak perumpamaan. Perumpamaan orang yang berpengetahuan tetapi tidak mengamalkan dan menyampaikan pengetahuannya itu adalah sebagai keledai yang memikul begitu banyak buku.
Allah swt juga membuat perumpamaan bahwa orang yang menyeru tuhan selain-Nya sebagai laba-laba yang membuat rumah. Manusia seperti membangun rumah yang sangat rapuh dan mudah goyah.
Perumpamaan atau contoh merupakan hal-hal yang sering disampaikan Allah, Nabi dan khalifah Rasulullah saw. Pada kesempatan lain Imam Jafar berbicara tentang royal dan kikir. Islam tidak bersifat royal dan kikir. Islam ada di antara keduanya. Ada sahabatnya yang bertanya, apa maksud royal, kikir dan tidak keduanya itu? Lalu Imam Jafar menjelaskan tentang hal itu.
Imam Jafar lalu mengambil segenggam pasir dengan tangannya. Lalu ia membalikkan tangannya sehingga semua pasir itu tumpah dan habis. Imam Jafar berkata, ini adalah royal. Lalu Imam Jafar lalu mengambil segenggam pasir kedua dengan tangannya. Lalu ia menggenggam tangannya dengan erat sehingga tidak ada pasir yang tumpah sama sekali. Imam Jafar berkata, ini adalah kikir. Imam Jafar lalu mengambil segenggam pasir ketiga dengan tangannya. Lalu ia melonggarkan tangannya sehingga sebagian pasir itu jatuh ke tanah. Imam Jafar berkata, ini adalah dermawan. Sikap dermawan adalah sikap di antara royal dan kikir.
Posted by Iswara at 5:39 PM 0 comments
Labels: Cerita Nabi
Sunday, February 8, 2009
Cerita Nabi MUKJIZAT MUSAILAMAH AL KADZAB
MUKJIZAT MUSAILAMAH AL KADZAB
Pada suatu hari Nabi Muhammad saw bersama sahabat-sahabatnya berada di padang sahara. Tidak ada air di sana. Nabi lalu mendapat mukjizat, air menetes dari sela-sela jarinya hingga beliau dan para sahabatnya dapat minum dan berwudu. Nabi dan sahabat-sahabatnya pun minum dan melakukan salat.
Ada seorang yang mengaku-ngaku sebagai Nabi dan mendapat wahyu. Orang itu bernama Musailamah. Musailamah merupakan seorang penyair dan membuat syair yang diakuinya sebagai wahyu. Musailamah pun mempunyai sejumlah orang yang merupakan sahabat-sahabatnya. Tak jarang mereka mendengarkan syair yang diakui Musailamah sebagai wahyu. Namun perilaku Musailamah jauh dari perilaku Nabi. Karena itu Musailamah digelari Musailamah Alkadzab atau Musailamah si pembohong.
Ketika itu sahabat-sahabat Musailamah mendengar mukjizat Nabi saw di tengah padang Sahara. Mendengar hal itu, sahabat-sahabat Musailamah Alkadzab berkata kepada Musailamah, "Hai Musailamah, Muhammad dapat mengeluarkan air dari sela-sela jarinya. Dapatkah kau menjadikan sumur yang kering di desa ini agar keluar airnya?" Musailamah menyanggupi tantangan itu. Ia lalu meludahi sumur itu dan berdoa agar sumur itu keluar airnya. Lalu kepada sahabat-sahabatnya, ia pun berkata bahwa suatu saat sumur itu akan muncul airnya.
Maka mukjizat pun terjadi, sumur yang diludahi Musailamah pun kering dan sama sekali tidak muncul airnya. Itulah mukjizat bagi seorang yang mengaku nabi padahal bukan nabi. Pada zaman Abu Bakar, Musailamah ini dihukum mati.
Posted by Iswara at 6:54 PM 0 comments
Labels: Cerita Nabi
Thursday, January 1, 2009
Cerita Nabi SYAHADAH
SYAHADAH
Bulan Muharam merupakan bulan yang penuh duka. Mulai awal bulan hingga empat puluh hari setelah tanggal satu Muharam, duka cita melanda kaum mukminin. Pada bulan Muharam ini ahlul bait Nabi saw yang saat itu dipimpin oleh Imam Husain, cucu Rasulullah saw, dikepung oleh tentara Yazid bin Muawiyah. Imam Husain saat itu berada pada dua pilihan: menyelamatkan hidupnya atau menyelamatkan agama ini. Yazid bin Muawiyah saat itu meminta baiat Imam Husain. Imam Husain menolak berbaiat kepada Yazid. Imam Husain berkata, "Tak mungkin orang sepertiku berbaiat kepada orang seperti Yazid." Yazid peminum khamr dan pelaku kemungkaran secara terang-terangan tetap meminta baiat Imam Husain. Seandainya sekalipun baiat Imam Husain diterima olehnya, ia akan tetap membunuh Imam Husain sesuai wasiat Muawiyah, ayahnya. Di mana pun Imam Husain berada, di Madinah atau di Mekah, pedang-pedang tentara Yazid bin Muawiyah akan tetap memburunya. Imam Husan berkata bahwa ia tidak akan mengotori Mekah dengan darahnya. Ia tak ingin terjadi pertumpahan darah di Mekah. Maka Imam Husain pergi keluar Mekah.
Agama Islam yang dibangun kakek Imam Husain, Rasulullah saw telah porak-poranda. Sunah-sunah ditinggalkan. Manusia kembali pada cinta dunia, kecuali hanya beberapa orang saja. Imam Husain bisa saja melarikan diri sejauh-jauhnya dari tentara Yazid dengan konsekuensi agama yang dibangun kakeknya hancur dan semakin hancur. Maka kematian Imam Husain akan mengguncang kesadaran kaum muslimin yang tengah lelap dari tidurnya dan meninggalkan sunah-sunah Rasulullah saw. Imam Husain memilih menjaga agama dengan mengorbankan dirinya sebagai teladan kaum mukminin. Peringatan-peringatan syahadah pada bulan Muharam adalah semangat dan duka cita. Peringatan ini senantiasa dijaga seluruh manusia di dunia.
Gugurnya Imam Husain senantiasa menyala di dada kaum mukminin. Bara duka ini berkobar agar manusia senantiasa menjaga agama: Al Quran dan itrah Nabinya; dengan segala yang dimilikinya. Manusia mesti senantiasa rela berkorban dengan hartanya bahkan dengan dirinya sendiri, dan meninggalkan cinta dunia.
Posted by Iswara at 6:34 AM 0 comments
Labels: Cerita Nabi, Muharam
Friday, December 26, 2008
Cerita Nabi ORANG LEWAT DI DEPAN ALI RIDHA
ORANG LEWAT DI DEPAN ALI RIDHA
Di sebuah masjid, Ali Ridha sedang melakukan salat. Saat itu Ali Ridha umurnya masih sekitar tujuh tahun. Di dekatnya ada ayahnya yaitu Imam Musa Alkadzim as. Tiba-tiba ada seseorang lewat di hadapan Ali ridha yang sedang salat itu. Ali Ridha membiarkan orang itu lewat di hadapannya. Orang-orang kaget dan seseorang berkata kepada Imam Musa Alkadzim as. "Wahai Imam, ada seseorang lewat di hadapan Ali dan dia diam saja. Mengapa demikian?" Imam Musa Alkadzim berkata, "Coba tanyakan kepada yang bersangkutan." Maka orang itu pun bertanya kepada Ali Ridha. Ali Ridha menjawab, "Aku menyembah Dia yang lebih dekat daripada urat leherku."
Posted by Iswara at 10:52 PM 0 comments
Labels: Cerita Nabi
Thursday, December 25, 2008
Cerita Nabi GHADIR KHUM
GHADIR KHUM
Pada tanggal 18 Dzulhijah, ketika Nabi saw perjalanan pulang dari Haji Wada menuju Madinah, beliau mendapat wahyu dari Allah swt. Wahyu Allah swt turun kepada nabi untuk memerintahkan nabi menyampaikan amanat yang sangat penting bagi umat yang ketika itu ribuan orang bersama Nabi. Ayat itu memerintahkan Nabi untuk menyampaikan wasiat pelanjut kepemimpinan nabi yang dikenal sebagai khalifah rasulullah, khulafa rasyidin, dua belas pemimpin, aali Muhammad, ittrah nabi, atau ahlul bait nabi. Jika engkau, wahai Nabi, tidak menyampaikan hal ini, seolah engkau tidak pernah berdakwah sama sekali. Allah tidak khawatir terhadap kejahatan manusia. Dalam berbagai kesempatan Nabi selalu menyampaikan hal ini bahkan ketika awal dakwah beliau, hal ini telah disampaikan. Namun peristiwa Ghadir Khum merupakan peristiwa penting yang diperintahkan oleh Allah swt karena banyak mukminin yang hadir pada hari itu.
Di sebuah lembah yang disebut Ghadir Khum, Nabi memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk berhenti. Nabi memerintahkan agar orang-orang yang ada pada barisan belakang agar menyegerakan sampai di Ghadir Khum dan memerintahkan agar orang-orang yang telah mendahuluinya untuk kembali ke Ghadir Khum.
Nabi saw lalu naik ke atas panggung yang dibuat secara mendadak. Nabi saw naik bersama Ali bin Abu Thalib. Di atas panggung itu Nabi lalu mengangkat tangan Ali hingga terlihat ketiaknya yang putih, sambil berkata, "Barangsiapa aku pemimpinnya, maka Ali pemimpinnya pula." Nabi mengungkapkan pemimpin sebagai maula. Kata maula di sini bukan berarti teman karena peristiwa Ghadir Khum adalah peristiwa penting dan Ali memang teman kaum mukminin saat itu. Nabi pun menyelesaikan khutbahnya yang disebut dengan khutbah Ghadir Khum.
Dengan disampaikannya khutbah Ghadir Khum, maka orang-orang jahat bersedih karena tidak bisa merampas wilayah dari Nabi saw. Pada kesempatan lain, Nabi saw bersabda berkenaan dengan ahlul baitnya, "Putra-putraku ini adalah pemimpin baik mereka berdiri (berkuasa) ataupun duduk (tidak berkuasa)." Karena itu sekalipun khilafah diambil dari tangan Ali bin Abu Thalib, demi kemaslahatan, Ali membiarkan hal itu. Ali bin Abu Thalib tetap menjadi pemimpin di hati kaum mukminin.
Posted by Iswara at 7:03 PM 0 comments
Labels: Cerita Nabi, Dzulhijah
Tuesday, December 23, 2008
Cerita Nabi MUBAHALAH
MUBAHALAH
Pada tanggal 24 Dzulhijah Rasulullah Muhammad saw didatangi oleh orang-orang Nasrani dari Najran. Ketika tiba di hadapan Rasulullah mereka mengutarakan kehendak mereka untuk membicarakan masalah-masalah agama dengan Rasulullah. Rasullah mempersilakan mereka untuk mengutarakan masalah-masalah agama. Setelah sekian lama berbincang-bincang tentang masalah agama, orang Nasrani ini bertanya kepada Rasulullah, "Wahai Muhammad, siapakah ayah dari Musa?" Nabi menjawab, "Ayah Musa adalah Imran." Kemudian orang Nasrani ini bertanya kembali kepada Rasulullah, "Wahai Muhammad, siapakah ayah dari Isa?" Lalu Rasulullah menjawab dengan sebuah ayat bahwa perumpamaan penciptaan Isa adalah penciptaan Adam.
Mendengar jawaban dari Rasulullah demikian, orang Nasrani ini kaget. Ia tidak menyangka jawabannya akan demikian. Rasulullah adalah orang yang sangat pandai. Rasulullah pun pandai berdebat berkenaan dengan berbagai masalah. Tutur kata Rasulullah pun sangat baik didengar oleh lawan bicaranya.
Jawaban Rasulullah ini sangat tidak disangka oleh orang-orang Nasrani Najran ini. Mereka mengharapkan Rasulullah mengakui bahwa Isa as adalah anak tuhan. Orang Nasrani itu berkata, "Tidak! Isa adalah anak tuhan. Ia tidak mempunyai bapak." Rasulullah mengatakan bahwa yang benar adalah pendapatnya yaitu perumpamaan penciptaan Isa adalah penciptaan Adam. Rasulullah menyilakan bila orang-orang Nasrani ini berkeyakinan lain dengannya, dan menyilakan untuk menanggung resiko masing-masing di hadapan Allah swt. Rasulullah bertanggung jawab atas keyakinannya dan orang-orang Nasrani pun bertanggung jawab atas keyakinannya.
Ketika Rasulullah mempersilakan orang Nasrani ini untuk meyakini masing-masing agamanya, orang-orang Nasrani ini memaksakan kehendaknya. Ia ingin Rasulullah mempunyai keyakinan yang sama dengannya. Rasulullah menolak. Maka disepakatilah saat itu untuk dilakukan mubahalah atau tanding doa. Dalam mubahalah ini masing-masing berdoa agar laknat Allah swt dijatuhkan kepada orang-orang yang berdusta. Ditentukanlah tempat dan waktu mubahalah ini. Peristiwa mubahalah ini diabadikan di dalam Al Quran. Ayat mubahalah ini memerintahkan agar orang-orang Nasrani ini membawa perempuan-perempuannya (istri-istrinya), putra-putranya, dan diri mereka sendiri di dalam mubahalah ini. Rasulullah pun diminta membawa perempuan-perempuannya (istri-istrinya), putra-putranya, dan diri mereka sendiri di dalam mubahalah ini. Rasulullah lalu membawa Fatimah, Hasan, Husain, dan Ali bin Abu Thalib. Berangkatlah mereka ke tempat yang ditentukan pada waktu yang ditentukan.
Ketika orang-orang Nasrani ini melihat kelompok Nabi, mereka berkata, "Aku melihat wajah-wajah yang seandainya mereka mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah swt, niscaya Allah swt akan mengabulkannya. Lebih baik kita membatalkan mubahalah ini."
Demikianlah, mubahalah ini akhirnya dibatalkan dan orang-orang Nasrani ini menjadi Islam.
Posted by Iswara at 11:03 PM 0 comments
Labels: Cerita Nabi, Dzulhijah
Friday, December 19, 2008
Cerita Nabi DUEL ALI VS AMR BIN WUD PADA PERANG KHANDAK
DUEL ALI VS AMR BIN WUD PADA PERANG KHANDAK
Pada Perang Khandak atau Perang Ahzab, kaum mukminin membangun sebuah parit agar pasukan Quraisy tidak dapat menyerang kota. Kaum mukmin pun berjaga di balik parit dan menunggu perkembangan peperangan. Kaum Quraisy merasa kesal karena parit itu membuat serangan pasukan Quraisy tertahan.
Saat itu ada seorang jagoan Quraisy bernama Amr bin Wud. Dengan berani, Amr bin Wud memacu kudanya melompati parit itu. Kuda yang perkasa itu berhasil melompati parit dan membawa penunggangnya selamat sampai di seberang. Amr bin Wud lalu menghunus pedangnya. Ia berteriak dengan lantang kepada mukminin. "Siapa di antara kalian yang bersedia melawanku?"
Amr bin Wud adalah seorang pendekar yang hebat. Tak ada yang dapat mengalahkannya dalam suatu pertandingan. Tak ada yang dapat mengalahkannya dalam permainan pedang. Para sahabat Nabi ketakutan menghadapi tantangan Amr bin Wud. "Siapa di antara kalian yang bersedia melawanku?" Tak ada jawaban terdengar, tak ada yang berani maju. Rasulullah menawari para sahabatnya untuk melawan Amr bin Wud. Tak ada yang berani maju. Ali bin Abu Thalib menawarkan diri kepada Rasulullah tetapi Rasulullah ingin memberi dulu kesempatan kepada sahabat lainnya. Sementara itu Amr bin Wud masih berteriak menantang mukminin, "Aku sudah serak menantang kalian. Siapa di antara kalian yang berani melawanku? Mana surga yang kalian impikan?"
Lalu Rasulullah mengizinkan Ali bin Abu Thalib melawan Amr bin Wud. Ketika Ali datang menghampiri, Amr bin Wud bertanya kepadanya, "Siapa engkau? Engkau masih kecil berani menghadapiku?" Pemuda itu menjawab, "Aku Ali bin Abu Thalib." Amr bin Wud takjub kepada Ali, "Engkau Ali. Aku mengenal ayahmu. Ayahmu orang yang baik. Kembalilah! Aku tidak ingin bertarung denganmu." Ali menjawab, "Aku tidak akan mundur kecuali engkau masuk Islam, berhenti memerangi Islam atau salah satu di antara kita ada yang gugur."
Amr bin Wud tidak mempunyai pilihan. Ia pun berduel dengan Ali bin Abu Thalib. Duel itu begitu hebatnya sehingga debu-debu beterbangan dan menutupi kedua jago yang bertarung. Hingga sekian lama, debu yang mengepul itu turun kembali ke tanah. Ali bin Abu Thalib hendak kembali kepada mukminin. Melihat Ali hendak kembali kepada mukminin, Amr bin Wud berkata, "Mau ke mana? Ayo kembali, kita lanjutkan duel kita." Ali bin Abu Thalib lalu berkata, "Coba kau bergerak sedikit saja." Ketika Amr bin Wud bergerak, tiba-tiba badannya terbelah menjadi dua. Itulah keutamaan pukulan pedang Ali bin Abu Thalib.
Posted by Iswara at 1:27 AM 0 comments
Labels: Cerita Nabi
Monday, December 8, 2008
Cerita Nabi DOA AROFAH DAN IDUL ADHA
DOA AROFAH DAN IDUL ADHA
Ada sebuah doa yang sangat indah yang dibuat oleh Imam Husain bin Ali, putra Fatimah Azzahra. Doa itu disebut sebagai doa arafah.
Idul Adha diperingati sebagai bagian dari ritual Nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim adalah nabi yang sangat dihormati oleh agama-agama besar di dunia (Islam, Kristen, Yahudi). Orang-orang yang menganut agama besar itu mengklaim bahwa Nabi Ibrahim as termasuk ke dalam agama mereka. Allah berfirman bahwa Ibrahim termasuk ke dalam orang-orang hanif dan muslim (berserah diri).
Nabi Ibrahim as merupakan nabi yang pandai. Ia dengan argumennya melawan kesesatan kaumnya. Pada suatu hari Nabi Ibrahim memasuki sinagog atau tempat ibadah. Raja Namrud pun menyembah berhala di sinagog itu. Sebelum Raja Namrud masuk ke sinagog itu, Nabi Ibrahim masuk ke sinagog itu dan melihat di dalam sinagog itu penuh dengan berhala. Nabi Ibrahim mengambil sebuah kapak dan menghancurkan berhala-berhala yg ada di sana. Semua berhala di sana dihancurkan kecuali satu berhala yang paling besar. Nabi Ibrahim as mengalungkan kapak di leher berhala besar itu.
Ketika Raja Namrud datang, ia kaget melihat berhala-berhala yang telah hancur. "Siapa yang berani menghacurkan tuhan-tuhan kami?" Lalu seseorang berkata bahwa sebelum Raja datang, ada seorang pemuda yang memasuki sinagog itu. Raja Namrud lalu memerintahkan untuk mencari dan menangkap pemuda itu. Maka ditangkaplah Nabi Ibrahim as dan dibawa ke hadapan Raja Namrud. Raja Namrud berkata, "Betapa beraninya engkau menghancurkan tuhan-tuhan kami." Ibrahim menjawab, "Aku tak menghancurkan tuhan-tuhan itu. Bukankah kapak itu digunakan sebagai kalung oleh tuhan yang paling besar? Cobalah tanya kepadanya." Raja Namrud menjawab, "Tak mungkin patung itu dapat menjawab." Nabi Ibrahim berkata lagi, "Bukankah tuhan-tuhan itu memiliki kekuatan yang besar? Bukankah kalian melihat kapak di leher tuhan yang besar. Tuhan-tuhan kecil itu dikalahkan oleh tuhan yang besar itu." Raja Namrud marah dan menukas, "Tidak mungkin patung bisa menghancurkan patung yang lainnya." Ibrahim menjawab, "Bila patung tak bisa menghancurkan patung lainnya, mengapa engkau sembah?"
Pada dialog yang indah itu dikemukakan argumen Ibrahim yang cemerlang. Raja Namrud tak bisa mematahkan argumen Nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim as pun disidang dengan "kesalahan" itu. Raja Namrud tega menghukum Nabi Ibrahim untuk dibakar di atas api. Tetapi ketika hukuman itu dilaksanakan, Nabi Ibrahim as tidak dapat terbakar oleh api karena Allah swt memerintahkan agar api terasa dingin pada Nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim pun lolos dari hukuman Raja Namrud dan pergi berdakwah ke Mesir. Dakwahnya di Mesir tidak didengar orang. Ibrahim as pun pergi ke Palestina. Di Palestina pun dakwahnya tidak didengar orang. Lalu Ibrahim as mengajak Istrinya, Hajar, untuk pergi ke sebuah tempat yang kering di tengah padang pasir. Ia meninggalkan Sarah di Palestina. Padang pasir tempat Ibrahim dan Hajar tinggal itu adalah lembah Mekah. Nabi Ibrahim berdiam di sana untuk beberapa lama hingga Hajar mengandung.
Atas perintah Allah swt, Nabi Ibrahim pergi kembali ke Palestina menengok istrinya, Sarah dan putranya Ishak. Sementara Hajar ditinggal sendirian di tengah lembah padang pasir itu.
Tibalah saatnya Hajar untuk melahirkan. Selesai seorang diri melahirkan, Hajar merasa kehausan. Tetapi dilihatnya tidak ada air di sekitarnya. Tetapi Hajar tidak putus asa. Ia lalu naik ke bukit Shafa untuk mencari air, tidak ditemukan. Ia pun naik ke bukit Marwah untuk melihat bila ada air di sekitarnya, ternyata tetap tidak ada. Ritual ini dilakukan di dalam haji dan disebut sebagai sai yang berarti berusaha. Akhirnya air memancar di kaki Ismail dan hingga kini mengalir. Air ini disebut sebagai air zamzam.
Ibrahim pun kembali dari Palestina ke Mekah dan mendapati putranya, Ismail, tumbuh menjadi anak yang sehat. Ibrahim begitu menyayangi putranya ini sebagaimana cintanya kepada Ishak, putranya dari Sarah. Di tengah kecintaannya kepada anaknya itu, turunlah perintah Allah agar Ismail disembelih. Perintah ini disampaikan Allah melalui mimpi. Mimpi para nabi adalah mimpi yang benar dan tidak mungkin berasal dari setan. Karena itu Nabi Ibrahim bergerak untuk melaksanakan perintah Allah itu.
Di tengah pelaksanaan perintah Allah itu datanglah setan hendak melarang Ibrahim melaksanakan perintah Tuhannya. Ibrahim melempar setan itu dengan batu hingga setan itu pergi. Datang setan yang kedua hendak melarang Ibrahim melaksanakan perintah Tuhannya. Ibrahim melempar setan yang kedua itu dengan batu hingga setan itu pergi. Datang setan yang ketiga hendak melarang Ibrahim melaksanakan perintah Tuhannya. Ibrahim melempar setan yang ketiga itu dengan batu hingga setan itu pergi. Ritual ini mesti dilaksanakan oleh jemaah haji.
Imam Husain membuat sebuah doa yang disebut doa arafah. Doa ini diucapkan ketika Imam Husain berada di tengah-tengah padang arafah, yaitu ketika wukuf di Arafah. Inti dari haji adalah wukuf di Arafah. Seseorang yang meninggalkan wukuf di Arafah tidak dapat dikatakan melaksanakan haji. Imam Husain pergi dari Madinah dan berada di Mekah selama lebih dari dua bulan. Imam Husain berusaha mengajak kaum muslimin untuk melawan Yazid, penguasa saat itu. Imam Husain berkata bahwa Islam bukanlah menjadi Islam bila dipimpin oleh seorang seperti Yazid, seorang peminum khamr dan pendosa yang berbuat dosa secara terang terangan. Orang muslim mesti menyatakan selamat tinggal bila dipimpin oleh seorang seperti Yazid.
Pada saat ini pun para jemaah haji acap diajak untuk berdemo menghadapi kelaliman AS dan Israel serta kejahatan yang dilakukannya di jalur gaza, tepi barat dan di seluruh dunia. Tetapi para jemaah haji itu telah diberi pesan oleh pemimpin-pemimpinnya agar tidak berpolitik dalam beribadah. Para jemaah diminta agar mengkhusukan diri dalam beribadah dan tidak berpolitik. Padahal inilah seruan yang mirip dengan seruan Imam Husain. Mengapa ketika terjadi pembunuhan dan kelaliman dunia diam saja dan tidak berteriak?
Ketika tepi barat diboikot oleh Israel, tidak ada yang boleh berdagang, tidak ada listrik di malam hari, tidak boleh ada obat-obatan yang masuk; dunia diam saja. Tepi barat menjadi penjara yang besar bagi warga Palestina. Ketika warga Mesir merasa kasihan dengan warga tepi barat dan meminta agar perbatasan Mesir-Palestina dibuka, Presiden Mesir, Hosni Mubarak malah menutupnya dan mengirimkan ribuan polisi agar tidak ada pengungsi yang masuk ke Mesir dari Palestina. Hosni Mubarak sama sekali tidak ada barokahnya bagi masyarakat.
Kembali kepada ritual Nabi Ibrahim. Akhirnya Nabi Ibrahim as melaksanakan tugasnya untuk menyembelih Ismail as. Tetapi sembelihannya diganti dengan sembelihan agung (dzibhin adzim). Ibrahim pun telah selesai melaksanakan perintah-perintah Tuhannya dengan sempurna. Maka Nabi Ibrahim as pun diangkat sebagai imam.
Berikut ini adalah domba yang disembelih sebagai bagian dari peristiwa Idul Adha.
Posted by Iswara at 9:15 PM 0 comments
Labels: Cerita Nabi
Thursday, December 4, 2008
Cerita Nabi IMAM JAFAR DAN DOKTER
IMAM JAFAR DAN DOKTER
Suatu hari Imam Jafar Sodik didatangi oleh seorang dokter dari India. India adalah negeri yang jauh dari tempat Imam bermukim. Setelah berada di hadapan Imam, dokter itu berkata kepada Imam Jafar, "Wahai Imam, engkau adalah cucu Nabi saw. Coba sebutkan kepadaku sebuah ayat dari kakekmu yang berkaitan dengan kedokeran." Imam Jafar menjawab, "Ayat itu hanya ada satu, yaitu makanlah makanan yang baik." Dokter ini pulang dan merenungkan ayat yang disampaikan imam. Lalu ia menyadari bahwa sebagian penyakit itu datangnya dari makanan yang dikonsumsi. Sebagian lagi karena perilaku manusia yang menyebabkan ia terkena penyakit.
Posted by Iswara at 2:24 AM 0 comments
Labels: Cerita Nabi
Monday, November 24, 2008
Cerita Nabi NABI ISA YANG UMI
NABI ISA YANG UMI
Nabi Isa sebagaimana Nabi Muhammad adalah nabi yang umi. Sebagian ulama berpendapat bahwa umi bermakna tidak bisa membaca dan menulis. Sebagian ulama lagi berpendapat bahwa umi berarti mengetahui sebelum diajari atau weruh sadurung winarah.
Ketika Nabi Isa masih kecil, Maryam membawa Nabi Isa kepada seorang guru untuk diajari. Kepada guru itu Maryam berkata, “Tolong ajari anak ini.” Guru itu pun memandang Nabi Isa dan berkata, “Coba sebutkan nama-nama abjad!” Nabi Isa berkata, “Guru tahukah engkau nama-nama abjad itu?” Guru ini mengambil rotan dan memukul Nabi Isa. Ia berkata kepada Nabi Isa, “Jawab saja, sebutkan nama-nama abjad!” Nabi Isa berkata, “Guru janganlah engkau memukul. Kalau engkau tahu, katakanlah bahwa engkau tahu. Kalau engkau tidak tahu aku akan menyebutkan nama-nama abjad.” Kemudian Nabi Isa menyebutkan nama-nama abjad seluruhnya hingga membuat gurunya kagum. Mendengar jawaban Nabi Isa ini, guru ini berkata kepada Maryam, “Bawa kembali anak ini. Ia tidak perlu diajari.”
Cerita yang menakjubkan ini mempunyai kemiripan dengan cerita-cerita Hindu. Krisna dan Rama dianggap sebagai umi atau weruh sadurung winarah.
Posted by Iswara at 12:06 AM 0 comments
Labels: Cerita Nabi
Monday, November 17, 2008
Cerita Nabi TAHUN GAJAH
TAHUN GAJAH
Mekah adalah sebuah tempat yang selalu dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai tempat. Pada saat itu ada seorang raja yang sangat berkuasa yaitu Raja Abrahah. Raja Abrahah ini merasa heran karena banyak orang yang pergi berziarah ke Mekah. Maka diketahuinyalah bahwa di Mekah itu ada sebuah bangunan yang disebut dengan Kabah. Timbullah keinginan Raja Abrahah agar para peziarah itu berdatangan untuk berziarah ke negerinya.
Maka Raja Abrahah pun membangun sebuah tempat ibadah (gereja) yang sangat indah. Konon tempat ibadah itu dihiasi dengan emas dan permata. Selesai tempat ibadah itu dibangun, orang-orang tetap tidak tertarik untuk berziarah ke tempat ibadah buatannya. Raja Abrahah merasa heran, apa istimewanya Kabah ini? Hanya sebuah bagunan persegi empat yang kuno. Konon tempat ini adalah tempat ibadah tertua sejak zaman Nabi Adam as.
Maka Raja Abrahah pun memutuskan untuk menghancurkan Kabah. Raja Abrahah lalu mengumpulkan tentaranya yang kuat-kuat. Tentara ini terdiri atas tentara gajah yang merupakan tentara terkuat saat itu. Berangkatlah pasukan gajah ini dipimpin oleh Raja Abrahah menuju ke Mekah untuk menghancurkan Kabah.
Ketika pasukan gajah telah berada di batas kota Mekah, penduduk yang ketakutan datang kepada Abdul Muthalib, kakek Nabi yang akan lahir. “Wahai Abdul Muthalib, Raja Abrahah beserta pasukan gajahnya hendak menghancurkan Kabah, apa yang akan engkau lakukan?” Mendengar pertanyaan itu, Abdul Muthalib menjawab, “Aku adalah pemelihara kambing-kambingku, rumah ini ada pemeliharanya.” Lalu Abdul Muthalib menyuruh mengosongkan kota Mekah. Abdul Muthalib pun membawa ternaknya ke gunung-gunung di sekitar Mekah. Para penduduk merasa heran dengan keputusan Abdul Muthalib. Sekalipun demikian, karena Abdul Muthalib adalah orang yang terpercaya, para penduduk pun mengikuti segala perintahnya.
Pasukan gajah pun memasuki kota Mekah yang kosong. Ketika hendak menghancurkan Kabah dan kota Mekah mereka diserang oleh pasukan burung yang disebut dengan burung Ababil. Kawanan burung ini menjatuhkan batu-batu kerikil yang sangat panas. Batu kerikil yang sangat panas ini disebut dengan sijil (sijjil). Kata orang, batu kerikil ini adalah kerikil dari neraka.
Sijil ini membuat Raja Abrahah beserta pasukan gajahnya hancur seperti daun dimakan ulat. Menurut salah satu tafsir, pasukan gajah ini terkena penyakit lepra yang sangat parah sehingga mati di sana. Menurut tafsir lain, pasukan gajah ini hancur oleh kerikil sijil yang dilemparkan oleh kawanan burung Ababil ini. Nama sijil ini menjadi salah satu rudal andalan Iran untuk mempertahankan negeri dari ancaman invasi negara-negara yang agresif. Seperti diketahui negara Afganistan dan Irak tengah mendapatkan invasi dari negara-negara agresif ini.
Pada tahun itulah Nabi Muhammad saw lahir. Ini adalah salah satu mukjizat yang diturunkan Allah swt kepada Nabi saw dan kepada kakeknya Abdul Muthalib. Kakek Nabi, yaitu Abdul Muthalib adalah penjaga Kabah yang mengikuti agama Ibrahim yang lurus. Pemeliharaan dan penjagaan Kabah diserahkan kepada putranya yaitu Abu Thalib. Pemeliharaan dan penjagaan Nabi Muhammad pun diserahkan kepada Abu Thalib setelah Abdul Muthalib meninggal. Abu Thalib adalah ayah dari Sayidina Ali. Sayidina Ali ini akan dipelihara oleh Nabi Muhammad saw.
Posted by Iswara at 8:53 PM 0 comments
Labels: Cerita Nabi
Thursday, November 13, 2008
Cerita Nabi SYAHADAH IMAM JAFAR SHODIQ
SYAHADAH IMAM JAFAR SHODIQ
Imam Jafar Shodiq wafat pada tanggal 25 Syawal. Walaupun syahadahnya dianggap tidak sebesar syahadah Imam Husain cucu Nabi saw, syahadahnya diperingati oleh orang-orang mukmin karena jasa-jasa Imam Jafar yang besar bagi kemanusiaan.
Imam Jafar Shodiq adalah cucu dari Nabi Muhammad saw yang merupakan dari keluarga nabi atau aali Muhammad atau dzil kurba. Kepada merekalah solawat kita sampaikan. Allahumma sholi ‘ala Muhammad wa aali Muhammad. Imam Jafar merupakan putra dari Muhammad Al Baqir, putra dari Ali Zainal Abidin, putra dari Husain As Syahid. Imam Jafar Shodiq adalah guru dari imam empat mazhab lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung.
Imam Jafar Shodiq merupakan seorang imam yang juga mempunyai julukan yang sama dengan kakeknya Muhammad saw yaitu As Shodiq Al Amin yaitu orang yang terpercaya. Imam Jafar Shodiq merupakan salah satu dari dua belas pemimpin yang disebut sebagai keluarga Nabi saw. Beliau adalah salah satu dari khalifah Rasulullah. Hingga kini, jasa dan karya beliau dapat dinikmati orang-orang mukmin. Melalui bimbingan Imam Jafar Shodiq muncullah ilmuwan dan ulama yang hebat pada zamannya. Berdirinya Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir merupakan salah satu buah dari kecintaan murid-murid Imam Jafar yang berkhidmat kepada guru-gurunya. Universitas Al Azhar dahulu bernama Universitas Az Zahra merupakan khidmat kepada Fatimah Az Zahra, salah seorang dari keluarga Nabi saw. Kata zahra itu merupakan bentuk feminim (muanas) sedangkan kata azhar merupakan bentuk maskulin (muzakar). Lata zahra dan azhar bermakna kuntum yang mekar.
Posted by Iswara at 2:52 AM 0 comments
Labels: Cerita Nabi
Friday, August 29, 2008
Cerita Nabi KAPANKAH PUASA DIMULAI?
KAPANKAH PUASA DIMULAI?
Puasa dimulai ketika seseorang melihat hilal pada akhir bulan Sya'ban. Bila seseorang melihat hilal, maka esok harinya wajib puasa Ramadhan. Apakah hilal itu? Hilal itu ialah bulan sabit yang muncul di ufuk yang rendah di sebelah timur. Hilal ini akan muncul pada sore hari atau sekitar setelah magrib. Kemunculannya hilal ini sebentar. Beberapa saat setelah ilal ini muncul, hilal ini akan menghilang. Hilal ini akan terlihat terutama di padang atau daerah pantai. Hilal ini bisa saja agak sukar terlihat di daerah pegunungan karena awan atau kabut.
Pada hari berikutnya bulan akan terlihat lebih besar (lebih bulat) dan lebih tinggi letaknya dari ufuk timur. Demikian, hari demi hari semakin besar dan tinggi. Hingga tanggal 14 akan terjadi bulan purnama (penuh / bulat).
Terlihatnya hilal ini adalah tanda pergantian bulan.
Posted by Iswara at 8:32 PM 0 comments
Labels: Cerita Nabi
Friday, August 8, 2008
Cerita Nabi KISAH SALAT
KISAH SALAT
Salat yang dilakukan seseorang yang ikhlas, khusuk akan naik ke atas langit menuju Allah swt. Salat yang ikhlas dan khusuk ini sangat wangi sehingga para malaikat bergembira dan bertanya-tanya, salat siapakah gerangan ini. Berkatilah orang yang salatnya wangi seperti ini.
Sebaliknya salat yang dilakukan dengan tergesa-gesa dan terlupa akan naik dengan membawa bau yang busuk. Salat yang tergesa-gesa ini membuat malaikat bertanya, siapa pemilik salat yang busuk ini. Campakkan dan lemparkan lagi saja salat ini kepada pemiliknya.
Salat yang khusuk mesti dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar karena salat dengan mencegah perbuatan keji dan mungkar adalah satu dan tak terpisahkan.
Posted by Iswara at 9:23 PM 0 comments
Labels: Cerita Nabi
Friday, July 18, 2008
Cerita Nabi KELAHIRAN ALI BIN ABI THALIB R.A.
KELAHIRAN ALI BIN ABI THALIB R.A.
Ali bin Abu Thalib lahir pada tanggal 13 Rajab, 12 tahun sebelum masa kenabian. Ada yang mengatakan bahwa kelahiran Ali bin Abu Thalib adalah 10 tahun sebelum Rasul diangkat menjadi Nabi. Abu Thalib adalah paman Nabi yang memelihara Nabi setelah Abdul Muthalib, kakek Nabi wafat. Bersama Abu Thalib, Muhammad pernah berdagang dan mengunjungi negeri yang jauh yaitu negeri Syam. Bersama Abu Thalib pun Muhammad bertemu Pendeta Buhaira yang mengetahui tanda-tanda kenabian Muhammad.
Kelahiran Ali bin Abu Thalib dari ibunya Siti Fatimah bintu Assad merupakan kelahiran yang hebat. Ketika kandungan Siti Fatimah bintu Assad telah sampai sembilan bulan, Siti Fatimah bintu Assad bertawaf bersama suaminya. Pada saat itu, Fatimah merasakan tanda-tanda akan lahirnya bayi. Peristiwa ini disaksikan oleh orang-orang yang sedang tawaf ketika itu, dinding Ka'bah terbelah dan Siti Fatimah terbawa masuk ke dalamnya. Orang-orang merasa heran karena bukan pintu yang terbelah melainkan dinding Ka'bah yang terbelah itu. Sesaat setelah Siti Fatimah berada di dalam Ka'bah, dinding Ka'bah pun kembali tertutup. Peristiwa itu diketahui oleh orang-orang dan pada saat itu masih terlihat bekas-bekas dinding yang terbelah itu. Fatimah berada di dalam Ka'bah itu selama empat hari dan keluar sambil membawa seorang bayi. Bayi ini diantarkan kepada Rasulullah saw. Ketika melihat bayi Fatimah ini, dengan jari tangannya, Rasulullah memberikan ludahnya sebagai makanan pertama bagi sang bayi. Ali bin Abi Thalib mendapatkan makanan dari ludah Rasulullah sebelum mendapat air susu ibunya.
Kisah kelahiran Ali bin Abu Thalib ini dapat dibandingkan dengan kisah kelahiran Isa putra Maryam. Maryam adalah wanita yang diwakafkan ayahnya untuk mengabdi di rumah Allah (masjid). Ketika Maryam akan melahirkan Isa, Allah swt memerintahkan Maryam untuk keluar dan menghindar dari masjid (Baitul Maqdis).
Abu Thalib adalah seorang yang sederhana hidupnya tetapi ia mempunyai banyak anak. Oleh karena itu, Muhammad mengajak pamannya yang lain yaitu Abbas untuk mengambil masing-masing satu dari anak Abu Thalib. Muhammad mengambil Ali sebagai asuhannya.
Ketika Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Ali bin Abi Thalib telah berumur dua belas tahun. Di dalam asuhan Nabi Muhammad, Ali bin Abu Thalib menjadi pria pertama yang menjadi mukmin.
Ketika Nabi Muhammad memerintahkan perang untuk membela kaum mukminin, Ali bin Abu Thalib mengikuti perintah Nabi. Di dalam peperangan yang diikutinya, banyak orang kafir Quraisy yang terbunuh di tangan Ali bin Abu Thalib. Karena itu Bani Umayah banyak yang membenci Ali bin Abu Thalib dan ngeri akan kilatan pedangnya. Bani Umayah merasa dapat membalas dendam ketika Imam Husain bin Ali bin Abu Thalib terbantai di Karbala.
Pada bulan Rajab ini pula lahir Zainab al Kubra adik Imam Hasan dan Imam Husain. Zainab lahir pada tanggal 15 Rajab. Zainab ini menyaksikan kakaknya yaitu Imam Husain terbantai di Karbala dan menjadi tawanan Ibnu Ziyad. Ibnu Ziyad mengawal sisa keluarga Nabi yang terbantai di Karbala ini untuk menemui Khalifah Yazid bin Muawiyah.
Zainab merupakan wanita terpandang di zamannya. Ia adalah wanita yang santun dan sekaligus pemberani. Ketika Yazid membebaskannya dari penjara, Zainab menjadi pengajar ibu-ibu di Madinah. Dengan sikapnya yang berani itu pulalah ia menghadapi Ibnu Ziyad dan Khalifah Yazid. Khalifah Yazid mengejek kekalahan Imam Husain di Karbala tetapi Zainab dengan tegas membela kemenangan kakaknya (Imam Husain). Kata-katanya yang tajam seperti ini tak dapat dipatahkan oleh Yazid. Zainab pun membela kehidupan keponakannya (Imam Ali Zainal Abidin Assajad) dari pembunuhan Yazid.
Demi menjaga kesatuan kaum mukminin, Ali membiarkan pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah.
Posted by Iswara at 12:54 AM 0 comments
Labels: Cerita Nabi
Monday, July 7, 2008
Cerita Nabi SALAM DARI RASULULLAH KEPADA IMAM AL BAQIR
SALAM DARI RASULULLAH KEPADA IMAM AL BAQIR
Muhammad Al Baqir adalah putra dari Ali Zainal Abidin Assajad putra dari Husain putra dari Ali bin Abi Thalib. Muhammad Al Baqir lahir pada tanggal 1 Rajab.
Muhammad Al Baqir menyaksikan kakeknya Husain bin Ali bin Abi Thalib terbantai di Karbala dan menjadi tawanan bersama ayahnya Ali Zainal Abidin. Karena itu Muhammad Al Baqir hidup dalam lingkungan keluarga nabi yang senantiasa disebutkan kaum mukminin di dalam solawat. Solawat ini sendiri adalah bagi kemuliaan kaum mukminin. Kaum mukminin sendiri adalah pemuja kebaikan. Keluarga nabi adalah sumber kebaikan sehingga sepantasnyalah manusia bersyukur kepada Allah swt atas nikmat ini.
Bila dibandingkan dengan mitologi Hindu, Pandawa atau lebih khusus lagi Arjuna pun memuja Krisna. Segala yang dititahkan Krisna kepada Arjuna tak mungkin dibantah Arjuna. Krisna bahkan menyuruh Arjuna membacakan doa-doa tertentu pada saat-saat tertentu. Dalam mitologi Hindu, Krisna adalah salah seorang maksum atau utusan Tuhan. Segala yang dititahkannya mesti benar dan melanggar perintahnya sama dengan melanggar perintah Tuhan.
Bila di dunia ini ada orang yang baik, yang lemah lembut kepada kaum mukminin dan keras dalam menentang kejahatan, bukankan sikap seperti ini sangat terpuji. Manusia bahkan beruntung bila mendapati orang seperti ini. Sebaliknya, orang yang agresif dan suka menumpahkan darah dalam peperangan itu seperti Rahwana atau Duryudana.
Pada suatu ketika tersebutlah seorang sahabat Rasullullah bernama Jabir bin Abdullah Anshari. Jabir bin Abdullah ini adalah pencinta rasulullah saw. Rasulullah saw berkata kepada Jabir bahwa Jabir akan dikaruniai umur yang panjang dan ia akan bertemu dengan cucu Rasulullah yang bernama Muhammad Al Baqir. Bila engkau bertemu dengannya, kata Rasulullah, sampaikanlah salamku kepadanya.
Ketika itu Jabir bin Abdullah sudah buta. Matanya tak bisa melihat lagi. Jabir pun tidak ikut Imam Husain ke Padang Karbala, karena saat itu pun ia sudah tua. Jabir bin Abdullah pada suatu ketika bertemu dengan anak-anak yang sedang main bola. Jabir mengetahui bahwa ada seorang anak yang sedang duduk dan merenung.
Kepada anak yang sedang merenung ini Jabir bertanya, mengapa engkau tidak main bola? Anak ini menjawab dengan ayat Quran bahwa dunia hanyalah permainan belaka. Maka bertanyalah Jabir untuk mengetahui nama anak ini. Anak ini berkata bahwa namanya adalah Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin dari keluarga Rasulullah. Saat itu Jabir teringat akan pesan Rasullullah lalu Jabir menyampaikan salam Rasulullah kepada Imam Muhammad Al Baqir ini.
Posted by Iswara at 2:03 AM 1 comments
Labels: Cerita Nabi
