BUANG AIR DI SUNGAI
Agama Islam merupakan agama yang lengkap. Tidak ada satu perbuatan pun yang tidak ada aturannya dalam agama Islam. Para mujtahid terutama mujtahid mutlak (yakni yang memahami segala aturan) mencari sumber-sumber hukum dalam Islam untuk digunakan di dalam kehidupan sehari-hari.
Di dalam agama Islam, puasa ada aturannya. Bila seorang perempuan berhalangan puasa karena haid, maka ia wajib kodo (qadha). Bila seorang perempuan berhalangan salat karena haid, maka ia tidak wajib kodo.
Kepemilikan pun dalam Islam ada aturannya. Ada kepemilikan individu, ada kepemilikan bersama dan ada kepemilikan imam (penguasa). Sungai adalah salah satu contoh dari kepemilikan bersama. Karena itu tidak boleh seorang pun mengklaim sungai sebagai milik seorang individu. Seorang individu tidak boleh melarang orang lain memanfaatkan sungai bila memang orang tersebut ingin memanfaatkannya.
Karena sungai adalah milik masyarakat, maka seorang individu tidak boleh merusak atau mengotori sungai. Tindakan membuang sampah ke sungai tidak dibenarkan dalam agama Islam. Demikian pula, buang air kecil maupun besar ke sungai tidak diperkenankan dalam agama Islam.
Air sungai dianggap suci sehingga setiap orang dapat bersuci dengannya. Sebaliknya, di Indonesia khususnya, sungai malah digunakan sebagai membuang sampah, buang air besar dan buang air kecil. Semestinya sampah, buang air kecil dan buang air besar dibuang dilakukan di atas tanah dan ditutupi dengan tanah. Sebagian sampah yang tidak hancur seperti sampah plastik tidak boleh dibuang di dalam tanah karena tidak akan dapat dihancurkan oleh tanah, bahkan bisa mencemari tanah. Sampah plastik mesti didaur ulang dalam pabrik pendaur ulang sampah.
Saturday, April 18, 2009
Ketidakadilan BUANG AIR DI SUNGAI
Posted by Iswara at 5:47 PM 0 comments
Labels: Ketidakadilan
Monday, February 2, 2009
Cerber INVASI ZIONIS KE GAZA
INVASI ZIONIS GAZA, 27 DESEMBER 2008
ZIONIS KALAH TOTAL 2-0
Invasi ilegal akhir-akhir ini kerap dilakukan. Invasi Zionis Israel ke Gaza yang dimulai 27 Desember 2008 hinga 18 Januari 2009 ini akhirnya menelan kekalahan memalukan. Gerilyawan Hamas selalu datang menyergap pasukan Zionis Israel yang hendak mencaplok Gaza. Zionis menyerang Gaza dari udara, laut, dan darat. Korban invasi Zionis pun tak tanggung-tanggung. Sipil, wanita dan anak-anak jadi sasaran serangan membabi buta Zionis. Pers diserang oleh Zionis karena khawatir berita-berita kelalahan Zionis diwartakan ke seluruh dunia. Sekolah PBB pun diserang Zionis. Zionis tutup mata dalam serangan brutalnya itu. Ketika ditanya, mereka berdalih serangan itu ditujukan untuk menghancurkan gerilyawan Hamas dan senjata-senjatanya yang dilindungi tameng rakyat sipil.
Korban peperangan ini 1200 orang tewas dan 5000 orang luka.
Serangan Zionis ini didukung oleh sebagian negara-negara Arab. Mesir, misalnya, menutup perbatasan Rafah yang menjadikan Gaza bagai penjara kota. Tak ada bahan makanan, obat-obatan atau paramedis yang bisa masuk ke Gaza. Maka terkutuklah Husni Mubarak yang mengkhianati Gaza dan penduduk Mesir yang bersaudara dengan Gaza. Demikian pula Arab Saudi yang biasa berperan sebagai anak emas Amerika, tutup mulut, tutup mata, dan tutup telinga terhadap serangan Zionis terhadap Gaza.
Ketika sebagian negara Arab berkonspirasi dan mengeroyok Gaza, masyarakat di dunia justru bangkit dan mengutuk (melaknat) serangan Zionis ke Gaza itu. Presiden Venezuela, Hugo Chavez, bahkan langsung mengusir duta besar Israel dari Ibu Kota Venezuela, Caracas. Duta besar itu marah dan mengatakan Chavez sebagai badut. Tetapi seluruh dunia marah terhadap pembantaian Zionis terhadap rakyat Gaza.
Di samping itu, pers dilarang meliput peperangan terutama yang terjadi di Israel. Berita mengatakan bahwa 10 tentara Zionis mati dalam peperangan itu dan Zionis berhasil menghancurkan Hamas. Tetapi klaim Hamas sebaliknya. Hamas yakin korban tentara Zionis jauh lebih besar daripada itu. Korban itu bisa saja mati ditembak gerilyawan Hamas atau terkena roket yang diluncurkan Hamas ke Israel. Ratusan roket yang dikirimkan Hamas ke Israel jelas akan merepotkan Israel. Analisis rasional yang paling logis adalah Israel kalah perang , tak bisa menundukkan Hamas dan banyak korban jatuh di pihak Zionis.
Kelalahan ini merupakan ulangan dari kekalahan Zionis melawan Hizbullah pada tahun 2006 lalu. Pasukan Zionis terkencing-kencing menghadapi pasukan majlis taklim dari Hizbullah. Zionis pun marah karena Hasan Nasrallah mengumumkan kemenangan mereka dan menyimpan bangkai-bangkai prajurit Zionis yang tewas di peperangannya. Peperangan itu diliput oleh stasiun televisi Aljazeera. Zionis kalah dari Palestina 2-0.
Berita manakah yang mesti dipercaya? Dari kawan atau dari lawan?
Posted by Iswara at 2:23 AM 0 comments
Labels: Cerber, Ketidakadilan
Monday, November 24, 2008
Ketidakadilan KONVOI DI JALAN
KONVOI DI JALAN
Konvoi semestinya dilakukan hanya dalam situasi yang sangat genting. Di Irak, prajurit Amerika selalu melakukan konvoi dalam bepergian karena terancam oleh milisi yang hendak mengusir penjajah Amerika keluar dari Irak. Konvoi ini memberlakukan aturan ketat. Anggota konvoi mesti mempunyai kecepatan yang sama. Tidak boleh ada kendaraan lain, bahkan kendaraan yang tidak mengikuti konvoi, untuk menyalip atau mendahului konvoi. Hal ini disebabkan seringnya terjadi serangan bom mobil terhadap konvoi yang berakibat fatal.
Dengan alasan keamanan, konvoi pun dilakukan oleh pejabat yang berkuasa. Pejabat mempunyai alasan, ia mesti mengejar pekerjaan. Ketika ditanya, apa pekerjaannya? Pejabat itu berkata, kami melayani rakyat (karena itukah rakyat harus menyingir dari jalur jalan pejabat. Padahal rakyat dan pejabat sama: mereka sama-sama mencari rezeki dengan caranya masing-masing. Mengapa pejabat hendak diistimewakan karena melayani rakyat?
Konvoi ini ditiru oleh orang-orang Indonesia. Tidak ada hujan, tidak ada angin, tidak ada alasan yang jelas kepentingannya, orang-orang Indonesia melakukan konvoi. Orang Indonesia melakukan konvoi hanya karena sekawanan motor hendak melancong (turing) ke daerah-daerah. Konvoi pun dilakukan oleh rombongan keluarga yang mengantar beberapa orang menuju tempat tertentu, misalnya menuju asrama haji, atau menuju tempat ziarah (waktu lebaran). Perilaku konvoi ini pun jelas tak tahu diri dan tak ingin mengalah. Tak boleh ada kendaraan lain yang menyalip sekalipun sebenarnya ada kesempatan untuk itu.
Ketika saya tak bisa menyalip konvoi ini, saya pun mengendurkan gas. Khawatir disangka "gerombolan" konvoi. Contoh film konvoi itu adalah sebagai berikut.
Posted by Iswara at 4:29 PM 0 comments
Labels: Ketidakadilan
Thursday, November 13, 2008
Ketidakadilan EFEK KRISIS EKONOMI AMERIKA: KETIDAKADILAN
EFEK KRISIS EKONOMI AMERIKA: KETIDAKADILAN
Krisis ekonomi di Amerika menyebkan ketidakadilan. Contohnya harga barang-barang impor sekarang naik. Harga kredit mobil naik. Kemungkinan harga barang-barang impor lain pun seperti telepon selular, komputer dan motor akan naik.
Di sisi lain terdapat berita harga-harga ekspor malah ditekan jatuh. Harga hasil komoditi perkebunan unggul Indonesia seperti kelapa sawit dan karet ditekan jatuh. Kelapa sawit yang harga pasarannya IDR 1800 per kilogram kini ditawar hingga IDR 300 per kilogram.
Ini adalah ketidakadilan. Kerusakan yang disebabkan oleh negara-negara besar mesti ditanggung negara-negara berkembang. Impor mobil dijual mahal sedangkan ekspor kelapa sawit ditawar murah. Sejak dahulu orang kecil selalu diinjak-injak. Hal ini tidak boleh terjadi karena kelapa sawit sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Semua orang makan makanan yang digoreng: tahu digoreng, ayam digoreng, kerupuk digoreng, telur digoreng, daging sapi digoreng (digepuk), gule kambing pun menggunakan minyak goreng. Mengapa perusahaan-perusahaan minyak yang besar itu menawar rendah? Padahal pasaran di Indonesia sama sekali tidak goyah. Masyarakat di Indonesia masih mampu membeli minyak goreng sekalipun perusahan-perusahaan minyak goreng menaikkan harganya karena harga minyak goreng di dunia naik.
Apa yang mesti dilakukan oleh masyarakat? Yang mesti dilakukan oleh masyarakat adalah menyetop pembelian barang impor (misalnya telepon selular, komputer atau motor) dan menolak menjual kelapa sawit dengan harga murah.
Posted by Iswara at 9:29 PM 0 comments
Labels: Ketidakadilan
Tuesday, October 14, 2008
Ketidakadilan PILKADA DAN DONATUR CALONNYA
PILKADA DAN DONATUR CALONNYA
Pemilihan pimpinan daerah (bupati, walikota maupun gubernur) tidak lepas dari kampanye yang menguras banyak uang. Biasanya calon pimpinan daerah ini didukung oleh sejumlah perusahaan. Bila calon pimpinan daerah ini menang, perusahaan ini akan diuntungkan dengan perolehan tender perdagangan di daerah tersebut.
Dari sebuah berita, diketahui pemilihan pimpinan daerah di Kalimantan Timur didukung oleh sejumlah perusahaan. Perusahaan ini nantinya akan mempunyai hak untuk mengelola pengolahan batu bara di Kalimantan Timur. Bisa saja sebuah perusahaan mendukung seluruh calon dengan harapan, siapapun yang menang, perusahaan ini akan ketiban rezeki dengan perolehan tender dari daerah tersebut.
Akibatnya eksplorasi batu bara di Kalimantan Timur sangat besar-besaran. Eksplorasi ini juga mengutamakan ekspor daripada konsumsi dalam negeri karena konsumsi ekspor lebih menguntungkan daripada dijual di dalam negeri. Misalnya bila di dalam negeri dijual IDR 6k sedang di luar negeri dijual IDR 10k, perusahaan ini jelas lebih menginginkan menjual batu bara di luar negeri karena keuntungannya lebih besar.
Posted by Iswara at 1:01 AM 0 comments
Labels: Ketidakadilan
